PRINGSEWU – Nuansa kekeluargaan dan atmosfer khidmat mewarnai seremoni serah terima jabatan Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Pagelaran Utara dari Zainal Abidin, S.Pd., MM kepada Ns. Faseh Rahman, S.Kep., MM.
Agenda yang diselenggarakan pada Kamis (19/6/2025) tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Kecamatan Pagelaran Utara, bersamaan dengan kegiatan Rapat Koordinasi Tingkat Kecamatan. Hadir dalam kesempatan itu sejumlah kepala pekon, tokoh masyarakat, unsur Muspika, dan aparatur pemerintahan lainnya yang menjadi representasi partisipasi lintas sektor.
Momen ini tidak sekadar seremonial administratif, tetapi juga menjadi panggung reflektif bagi Zainal Abidin dalam mengungkapkan impresinya selama tiga tahun menjalankan mandat kepemimpinan sebagai Plt. Camat. Dalam pernyataannya, ia menggarisbawahi pentingnya pendekatan partisipatoris dan empatik dalam memahami dinamika sosial masyarakat.
“Saya ini asli orang Pagelaran Utara, jadi saya tahu betul persoalan di kampung sendiri. Selama tiga tahun ini, banyak tantangan, tapi alhamdulillah kita lewati bareng-bareng,” ujarnya disambut antusiasme peserta acara.
Zainal menyinggung isu struktural yang hingga kini masih menjadi perhatian publik, yakni kerusakan infrastruktur jalan utama yang dinilai memerlukan intervensi pembangunan secara berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak bersikap pasif, melainkan turut serta dalam advokasi teknokratik bersama aparatur pekon guna memperjuangkan realisasi program tersebut.
“Yang paling sering jadi keluhan masyarakat itu ya soal jalan. Tapi saya enggak diam. Bersama Pak Kepala Pekon Fajar Mulia, kami berjuang keras agar jalan utama ini bisa dibangun. Insya Allah tahun depan mulai terealisasi,” katanya dengan nada optimistis.
Selain memotret problematika kebijakan publik di tingkat lokal, Zainal juga mengekspresikan apresiasinya terhadap kolaborasi lintas kelembagaan, khususnya dengan para kepala pekon dan perangkat desa. Ia menyebut relasi koordinatif yang terbentuk selama masa jabatannya sebagai fondasi penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan.
“Saya ucapkan selamat bertugas buat Pak Faseh. Beliau orang yang insya Allah amanah. Kita dukung bersama supaya Pagelaran Utara makin maju,” tuturnya.
Menjelang akhir sambutannya, Zainal menyampaikan permohonan maaf yang tulus dan terbuka. Ia menyadari bahwa dalam proses menjalankan otoritas administratif, tidak semua kebijakan dapat terhindar dari keterbatasan ataupun potensi resistensi.
“Saya mohon maaf sebesar-besarnya kalau selama saya memimpin ada yang kurang berkenan, baik ucapan, tindakan, atau kebijakan. Tapi percayalah, semuanya saya niatkan demi kebaikan bersama,” ucapnya dengan suara tenang.
Tidak hanya itu, Zainal juga mengutarakan pesan substantif kepada insan pers. Ia mengajak kalangan jurnalis untuk terus menjadi entitas yang bersifat korektif sekaligus konstruktif dalam mengawal dinamika pembangunan lokal. Menurutnya, pers bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga aktor penggerak opini publik yang strategis.
“Saya titip juga kepada teman-teman wartawan, mari kita tetap jaga sinergi dengan pemerintah kecamatan. Kritik itu penting, tapi alangkah baiknya kalau disampaikan dengan cara yang membangun. Kita punya tujuan yang sama: ingin Pagelaran Utara ini maju,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, ramah tamah, serta doa yang menyimbolkan harapan akan kesinambungan kepemimpinan di Kecamatan Pagelaran Utara. Meski kursi jabatan telah dilepas, dedikasi Zainal Abidin terhadap tanah kelahirannya tampaknya belum usai pengabdiannya tak dibatasi oleh struktur, melainkan oleh integritas. ( Davit )








