ACEH UTARA – Jalan lintas Keude Krueng – Buloh Beureughang di Kecamatan Kutamakmur, Aceh Utara, yang baru saja diaspal kurang dari setahun yang lalu, kini kembali mengalami kerusakan di beberapa titik. Kerusakan ini diduga kuat disebabkan oleh truk-truk pengangkut sawit yang melebihi batas maksimal kapasitas jalan, yakni 8 ton, Jumat (30/08/2024).
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Aceh Utara, Dr. Muhammad, ST., MT., mengungkapkan pada Sabtu (25/05/2024) bahwa jalan kabupaten di Aceh Utara hanya dirancang untuk menahan beban kendaraan maksimal 8 ton. Namun, dalam kenyataannya, jalan ini kerap dilalui oleh truk-truk tronton dengan muatan hampir mencapai 25 ton.
“Kondisi ini sangat memprihatinkan dan membuat kerusakan jalan terjadi lebih cepat dari yang seharusnya. Jalan ini tidak didesain untuk menahan beban seberat itu,” kata Muhammad.
Ia menambahkan, kerusakan jalan akan semakin parah jika truk-truk besar pengangkut sawit terus menggunakan jalur tersebut.
“Kapasitas maksimal jalan ini adalah 8 ton, tetapi truk pengangkut sawit seringkali membawa muatan yang jauh melebihi batas, sehingga mempercepat kerusakan jalan,” jelasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat, yang juga merupakan putra daerah setempat, belum memberikan tanggapan terkait masalah ini.
Kerusakan infrastruktur jalan ini berdampak pada aktivitas sehari-hari masyarakat dan dapat mempengaruhi perekonomian daerah. Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan truk-truk dengan muatan berlebih agar kerusakan jalan tidak semakin parah.














