Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Dunia  

Ukraina-Rusia Saling Klaim, Ratusan Tentara Musuh Masing-masing Tewas Dalam Pertempuran Bakhmut

ukraina-rusia
citra satelit menunjukkan asap dari bom yang baru dijatuhkan, di tengah serangan Rusia di Ukraina, di selatan Bakhmut, Ukraina, Senin(6/3/2023) (Foto: Reuters)

LONDONUkraina dan Rusia saling mengklaim, bahwa ratusan tentara musuh masing-masing negara tersebut tewas dalam pertempuran Bakhmut selama 24 jam pada Sabtu (11/3/2023). Dalam pertempuran Bakhmut, Kiev menangkis serangan tanpa henti dan sungai kecil yang membelah kota itu menandai garis depan baru.

Dilansir reutres.com, juru bicara militer Ukraina Serhiy Cherevatyi, mengatakan bahwa sebanyak 221 tentara pro-Moskow tewas dan lebih dari 300 terluka di Bakhmut. Sedangkan Kementerian pertahanan Rusia mengatakan bahwa ada 210 tentara Ukraina tewas di bagian Donetsk medan tempur garis depan.

Walaupun Moskow tidak merinci indetitas para korban Bakhmut dan kota Donetsk Timur, akan tetapi kedua medan pertempuran ini hampir sepi dan menjadi salah satu medan pertempuran paling berdarah dan terpanjang dalam perang selama setahun.

Kedua belah pihak mengaku menderita dan menimbulkan kerugian yang signifikan di Bakhmut, sementara jumlah pasti korban sulit diidentifikasi dan verifikasi.

BACA JUGA:  Ejek Dynamo Kiev, Suporter Bola Turki Teriakkan Nama Putin

Intelijen Militer Inggris mengatakan, bahwa kelompok tentara bayaran Wagner Rusia telah menguasai sebagian besar bagian Timur Bakhmut. Hal ini suatu kemajuan yang diklaim oleh Yevgeny Prigozhin, pendiri kelompok tersebut pada Rabu (8/3/2023).

“Di pusat kota, Sungai Bakhmutka sekarang menandai garis depan,” kata Kementerian Pertahanan Inggris, Sabtu (11/3/2023).

Komandan yang bertugas membela Bakhmut, Kolonel Jenderal Oleksandr Syrskyi yang merupakan Komandan Angkatan Darat Ukraina mengatakan, bahwa perlindungannya terhadap Bakhmut adalah kunci untuk serangan balik Ukraina, maka Ukraina bersikeras tetap bertahan di Bakhmut dan menolak keras pasukan Rusia.

“Penting untuk mendapatkan waktu untuk mengumpulkan cadangan dan memulai serangan balasan, yang tidak lama lagi,” kata Komandan Angkatan Darat Ukraina, Kolonel Jenderal Oleksandr Syrskyi, Sabtu (11/3/2023).

BACA JUGA:  Tragedi Memilukan: Gadis Ukraina Tewas Akibat Serangan Rudal Rusia

Sementara, pihak Moskow mengatakan pihaknya akan merebut Bakhmut dan membobol pertahanan Ukraina dan menjadi langkah untuk merebut semua kawasan industri Donbas sebagai target utama. Kyiv mengatakan pertempuran itu menghancurkan unit-unit terbaik Rusia.

Bos Tentara bayaran Rusia, Prigozhin mengatakan, bahwa pihaknya berada di sisi barat sungai Bakhmutka, berjarak 1,2 km (0,75 mil) dari pusat administrasi kota.

Masih menurut Intelijen Inggris mengatakan, bahwa dengan sungai mengalir melalui beberapa tempat terbuka, “daerah ini telah menjadi zona pembunuhan, kemungkinan besar membuat pasukan Wagner (pasukan tentara bayaran Rusia) menantang untuk mencoba melanjutkan serangan frontal mereka ke arah barat Bakhmut. Hal ini menjadi situasi berbahaya bagi pasukan Ukraina.

“Pasukan Ukraina dan jalur pasokan mereka ke barat tetap rentan terhadap upaya lanjutan Rusia untuk mengepung pertahanan dari utara dan selatan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *