Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Wabup Intan Apresiasi Layanan Antar Obat Pasien di RSUD Pakuhaji, Inovasi kesehatan inklusif di Kabupaten Tangerang

images 2
Keterangan Foto: Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah membuka acara Diseminasi dan Diskusi Publik dengan tema "Urgensi Mekanisme Terintegrasi untuk Penanganan Kekerasan Seksual di Kabupaten Tangerang" yang digelar di Gubug Makan Mang Engking, Citra Raya. Jumat (22/8/25). /Dok.tangerangkab.go.id

TANGERANG,- RSUD Pakuhaji membuktikan komitmen terhadap kesehatan inklusif dengan menghadirkan layanan pengantaran obat langsung ke rumah pasien. Inisiatif ini mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, sebagai wujud nyata perwujudan layanan kesehatan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, memberikan apresiasi atas inisiatif jemput bola ini. Beliau menilai langkah ini sebagai bukti nyata bahwa pemerintah daerah berkomitmen menyediakan pelayanan kesehatan yang inklusif dan merata, terutama bagi warga di wilayah pelosok desa yang sering menghadapi kendala waktu tunggu obat.

Inovasi layanan antar obat ini membawa banyak manfaat: pasien tidak lagi perlu keluar rumah dan mengantre, mengurangi risiko paparan penyakit di fasilitas kesehatan, menghemat waktu serta biaya, dan yang terpenting, obat yang diterima dijamin aman karena dikirim sesuai resep dan diawasi petugas farmasi.

BACA JUGA:  Kasdam IM Hadiri Rakorpimda Pilkada Aceh Tahun 2024

“Inovasi pengantaran obat pasien langsung ke rumah merupakan meningkatkan pelayanan kesehatan di RSUD Pakuhaji,” kata Intan melalui keterangan tertulisnya Minggu 24 Agustus 2025.

Intan menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari upaya nyata memajukan layanan kesehatan di Kabupaten Tangerang. Harapannya, inovasi seperti ini terus berkembang dan memberi manfaat besar bagi masyarakat.

Direktur RSUD Pakuhaji, dr. Umie Kulsum, menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan pengantaran obat agar pasien tetap menjalani terapi sesuai arahan dokter. Ia menyampaikan bahwa kendala transportasi dan jarak sering menjadi penghalang bagi pasien untuk mendapatkan obat, sehingga pendataan dan pengiriman obat ke desa-desa menjadi solusi konkret untuk kelanjutan terapi.

BACA JUGA:  Sirup Batuk Anak Diduga Sebabkan Kematian, IAI Aceh: Himbau Masyarakat Konsultasi Obat ke Apotoker

“Tujuannya memastikan pasien tetap mendapatkan terapi sesuai arahan dokter,” kata dr. Umie Kulsum.

Ia menambahkan bahwa inisiatif ini bukan sekadar mengantarkan obat, tetapi juga memberi harapan dan kemudahan bagi mereka yang membutuhkan.

Inisiatif ini dipandang sebagai cerminan pelayanan kesehatan yang humanis dan berorientasi pada kebutuhan pasien. (Ardi/red).

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *