JAKARTA – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, meminta Pemerintah untuk segera mengambil tindakan nyata guna memastikan keselamatan dalam sistem transportasi publik di Indonesia. Iwan Aras menegaskan bahwa, semua moda transportasi publik harus dapat diandalkan oleh masyarakat, Jum’at (20/10/2023).
Pernyataan ini muncul sebagai tanggapan atas kecelakaan Kereta Api (KA) Argo Semeru di Kabupaten Kulon Progo, di Yogyakarta, yang tergelincir keluar dari rel dan menabrak KA Argo Wilis pada Selasa (17/10/2023) yang baru-baru ini terjadi.
Iwan Aras mengatakan bahwa, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan untuk mengidentifikasi kemungkinan celah dalam operasi kereta api dan langkah-langkah pencegahan harus diambil secepatnya untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.
“Evaluasi menyeluruh akan membantu mengidentifikasi celah-celah yang mungkin terjadi dalam operasi kereta api kita, dan tindakan pencegahan yang tepat harus segera diambil untuk menghindari insiden serupa di masa depan,” ujar Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut menyoroti perlunya koordinasi antar berbagai pihak terkait, termasuk Pemerintah, DPR, PT KAI, para ahli, dan lembaga terkait lainnya, guna meningkatkan keamanan transportasi kereta api.
Iwan Aras menekankan bahwa pemerintah bersama PT KAI harus terus mengevaluasi efektivitas tindakan yang diambil dan melakukan pembaruan secara berkala untuk memastikan keselamatan dalam transportasi kereta api dan keselamatan penumpangnya.
“Setelah menggandeng para ahli di bidangnya, Pemerintah bersama PT KAI harus terus mengevaluasi keefektifan langkah-langkah yang diambil dan melakukan pembaruan secara berkala untuk memastikan keselamatan transportasi kereta api dan penumpangnya,” jelasnya.
Selain itu, DPR juga menggambarkan dampak kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan terhadap perekonomian nasional. Iwan Aras menyoroti perlunya alokasi dana untuk memperbaiki infrastruktur dan armada transportasi yang rusak akibat kecelakaan.
Iwan Aras mengingatkan bahwa, pengusutan penyebab kecelakaan kereta api harus dilakukan dengan transparan dan informasi harus disampaikan secara jelas dan jujur kepada publik. Ini akan membantu membangun kepercayaan masyarakat dalam menggunakan transportasi publik.
“Informasikan dengan jelas dan jujur kepada publik mengenai penyebab kecelakaan dan langkah-langkah apa yang diambil untuk mencegah kecelakaan serupa terjadi lagi. Ini akan membantu membangun kepercayaan masyarakat untuk tetap mau menggunakan transportasi publik,” tutup Iwan.
Seperti diketahui, sebagaimana data yang disampaikan Kemenhub bahwa terjadi 13 kecelakaan kereta api untuk tahun 2022 saja. Sementara untuk transportasi laut ada 89 kecelakaan, dan terdapat 20 kecelakaan pesawat sepanjang tahun lalu di Indonesia. Kecelakaan pada transportasi publik tahun 2022 pun diketahui menyebabkan 204.447 orang menjadi korban. Jumlah tersebut naik hingga 33 persen, dibandingkan korban pada 2021 yang berjumlah 153.732 orang.














