PRINGSEWU – Sejumlah warga Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, mengeluhkan tumpukan sampah yang menggunung di belakang Pasar Gadingrejo.
Tumpukan tersebut berada persis di depan Gereja Katolik St. Yustinus Martir dan telah menimbulkan bau menyengat selama lebih dari dua pekan terakhir.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan warga sekitar, tetapi juga para jemaat gereja yang hendak melaksanakan ibadah. Masyarakat menilai penanganan dari pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pringsewu lamban dan tidak responsif.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala DLH Pringsewu, Akhmad Fadoli, menyampaikan permohonan maaf kepada warga dan pihak gereja atas keterlambatan pengangkutan sampah.
“Kemarin memang sempat tertunda. Saya mohon maaf karena mobil pengangkut sampah mengalami kerusakan pada as-nya dan harus masuk bengkel. Itu terjadi dua minggu yang lalu. Kami menyadari adanya keterlambatan dalam pengangkutan, dan saya sekali lagi minta maaf atas hal tersebut,” ujar Fadoli, Minggu (20/4/2025).

Fadoli menjelaskan bahwa penumpukan sampah tersebut terjadi karena volume sampah di kawasan Gadingrejo tergolong tinggi. Selain berasal dari pasar, masyarakat sekitar juga turut membuang sampah di lokasi tersebut.
“Kami paham kalau jemaat gereja merasa terganggu karena posisinya tepat di depan tempat ibadah. Saat ini kami sedang mencari solusi, salah satunya dengan menggeser lokasi penumpukan agar tidak mengganggu aktivitas keagamaan,” tambahnya.
Menurut Fadoli, pembersihan lokasi telah dilakukan selama tiga hari terakhir. Namun, keterbatasan tenaga kerja menjadi salah satu hambatan.
“Yang mengangkut sampah itu hanya satu orang. Jadi prosesnya cukup lambat karena petugas kami terbatas, termasuk yang menaikkan sampah ke atas mobil,” jelasnya.
DLH Pringsewu memastikan bahwa ke depan pihaknya akan lebih sigap dalam menangani persoalan kebersihan, khususnya di kawasan pasar dan pemukiman padat penduduk.
“Armada kami sekarang sudah kembali normal dan siap menjalankan tugas kebersihan seperti biasa. Kami akan upayakan agar keterlambatan seperti ini tidak terulang lagi,” tegas Fadoli.
DLH juga secara khusus menyampaikan permintaan maaf kepada pihak Gereja Katolik St. Yustinus Martir atas gangguan yang ditimbulkan akibat tumpukan sampah tersebut. ( Davit )








