BANDA ACEH – Relawan Pemenangan Mualem – Dek Fadh, Ketua Umum Bentara Muda, Rozi Ananda, menyambut baik pertemuan antara Ketua DPRA Zulfadhli dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah yang difasilitasi Sekretaris Partai Aceh, Kamaruddin Abubakar, Selasa (25/02/2025).
Langkah yang diambil Zulfadli dan Fadhlullah (Dek Fadh) untuk berdamai ini merupakan bukti bahwa politik di Aceh masih mengedepankan musyawarah dan kebersamaan.
Rozi Ananda menyampaikan, pertemuan itu menunjukkan bahwa perbedaan pendapat dalam politik adalah hal biasa, tetapi yang lebih utama adalah bagaimana semua pihak kembali ke jalur yang sama untuk membangun Aceh.
“Peran Abu Razak dalam pertemuan kedua tokoh Aceh itu harus kita apresiasi karena dinamika yang terjadi dalam beberapa hari terakhir seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi semua pemimpin di Aceh,” ucap Rozi kepada hariandaerah.com, Senin (24/02).
Ketua Umum Bentara Muda ini menekankan bahwa politik bukan semata soal perbedaan, melainkan bagaimana mencari solusi terbaik untuk kepentingan rakyat dan diharapkan kedepannya, setiap perbedaan pandangan bisa disikapi dengan lebih objektif dan matang.
“Tidak perlu buru-buru dalam mengambil keputusan atau mengeluarkan pernyataan yang bisa memperkeruh suasana. Apalagi Zulfadli sebagai Ketua DPRA seharusnya lebih bijaksana dan tidak tergesa-gesa menuding atau mengecam pelengseran seseorang hanya berdasarkan asumsi politik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rozi menilai keberlanjutan kepemimpinan di Aceh sangat bergantung antara eksekutif dan legislatif. Sehingga sinergitas antara DPRA dan Pemerintah Aceh harus tetap harmonis agar berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan baik.
“Kita harus dewasa dalam berpolitik. Kritik boleh, namun harus disampaikan dengan cara yang konstruktif. Jangan sampai ada kepentingan pribadi atau kelompok yang justru menghambat kemajuan Aceh. Rakyat butuh solusi, bukan konflik berkepanjangan,” katanya.
Rozi juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan pemerintah pusat. Dengan Prabowo Subianto sebagai Presiden, Aceh memiliki kesempatan besar untuk memperjuangkan hak-haknya dalam bingkai Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).
Adanya perpecahan di tingkat daerah (lokal) hanya akan merugikan kepentingan Aceh secara keseluruhan. Semua pihak harus menatap kedepan dan pastikan stabilitas pemerintahan di Aceh tetap terjaga.
“Sekarang saatnya bersatu dan bekerja sama. Polemik sudah selesai, mari kita fokus pada kerja nyata untuk membangun Aceh yang lebih baik,” tegas Rozi Ananda.
Pernyataan Ketua Umum Bentara Muda ini menjadi pesan bagi para Pemimpin Politik di Aceh untuk lebih mengutamakan kepentingan rakyat di atas egoisme dan nafsu politik.














