JAKARTA – Panglima TNI Laksamana Yudo Margono telah mengirim tim investigasi untuk menyelidiki kecelakaan helikopter jenis BEL 412 milik TNI AD yang terjadi di kawasan perkebunan teh, Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar). Meskipun insiden tersebut terjadi, berita baiknya adalah tidak ada korban jiwa dalam kejadian.
Panglima TNI mengungkapkan hal ini dalam sebuah konferensi pers setelah menghadiri ‘Rapat Koordinasi Sinergitas Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Politik dan Keamanan untuk Menyukseskan Pemilu 2024’ di Hotel Westin Jakarta, Senin (29/5/2023).
Menurut Laksamana Yudo, ada 5 kru di dalam helikopter tersebut, dia menyebutkan bahwa seluruh kru menderita luka ringan dan sedang dalam perawatan di rumah sakit.
“Seluruh awak pesawat yang berjumlah lima orang telah selamat dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit di Bandung, mereka mengalami luka ringan, hari ini, kejadian jatuhnya helikopter tersebut akan ditangani dan diperiksa lebih lanjut oleh tim pencari fakta,” ujar Laksamana Yudo.
Lebih lanjut, tim pencari fakta akan melakukan investigasi untuk menentukan penyebab jatuhnya helikopter milik TNI AD tersebut, mereka akan memeriksa apakah kecelakaan tersebut disebabkan oleh kondisi cuaca atau masalah teknis.
“Tim pencari fakta akan menyelidiki penyebab jatuhnya helikopter ini, apakah disebabkan oleh faktor cuaca atau masalah teknis lainnya, semua detail tersebut akan diteliti oleh tim yang telah ditugaskan,” tambah Yudo.
Dalam hal ini, Brigjen Hamim juga menegaskan, dengan bahwa dalam kecelakaan helikopter tersebut tidak ada korban jiwa yang terjadi, ia menjelaskan bahwa seluruh anggota kru helikopter berhasil selamat dari insiden tragis ini, menunjukkan bahwa tindakan penyelamatan dan evakuasi dilakukan dengan efektif dan sukses.
“Kami ingin menekankan bahwa tidak ada korban jiwa yang terjadi dalam kecelakaan helikopter ini, semua awak helikopter berhasil diselamatkan dan selamat dari insiden yang terjadi,” kata Brigjen Hamim dengan pasti.














