Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Tragedi Tewasnya Wisatawan Asal Bali Terjebak Arus Pantai di Sukabumi

Bali
Ilustrasi orang tenggelam dilautan

SUKABUMI – Seorang wisatawan asal Bali yang bernama Fery Wilson Bush Munthe (31) ditemukan tewas oleh tim SAR gabungan setelah terseret arus pantai di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kapolsek Cisolok, AKP Aguk Khusaeni menjelaskan, bahwa kejadian ini telah menimpa Fery Wilson Bush Munthe, seorang wisatawan yang berasal dari Bali.

“Korban yang merupakan warga Ungasan Permai Gunung Rinjani A BR Santika, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali ini meninggal akibat terseret arus saat sedang berenang di Pantai Capitol, Desa Karangpapak, Kecamatam Cisolok, Kabupaten Sukabumi,” ujar Aguk, Minggu (25/6/2023).

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak kepolisian, kecelakaan laut ini terjadi ketika korban dan 25 temannya berkunjung ke Pantai Capitol untuk berlibur dan merayakan reuni sekolah pada Sabtu (24/6/2023).

Seperti biasa, sebagai bagian dari perayaan reuni dan pertemuan kembali dengan teman-temannya, Fery dan sejumlah rekannya bermain di pantai sambil berfoto bersama sebagai kenang-kenangan.

Namun sayangnya, korban yang berencana menghabiskan waktu liburannya sambil bersenang-senang bersama teman-teman sekolahnya tidak mematuhi larangan berenang dan tiba-tiba Fery terdorong jauh dari pantai.

BACA JUGA:  Bus Eka Vs Bus Sugeng Rahayu, Polres Ngawi: 3 Tewas 15 Luka-luka

Pada sekitar pukul 16.00 WIB, suasana riang gembira berubah menjadi tegang ketika teman-teman korban melihat ombak besar datang dan mereka berusaha berenang menuju bibir pantai untuk menyelamatkan diri. Sayangnya, diduga akibat kelelahan, korban tenggelam saat terkena hempasan ombak yang kuat.

Sebelum kejadian, teman-teman korban sudah memberinya peringatan agar tidak berenang terlalu jauh karena di pantai selatan Kabupaten Sukabumi terdapat ombak besar dan arus bawah laut yang deras.

Namun sayangnya, peringatan dari teman-temannya tidak dihiraukan oleh korban. Bahkan saat berada di tengah laut, Fery terlihat santai dan beberapa kali memberikan isyarat jempol ke atas sebagai kode bahwa teman-temannya tidak perlu khawatir.

“Rekan-rekannya berulang kali memperingatinya, tetapi korban tidak mengindahkannya. Bahkan suasana reuni menjadi panik ketika tubuh korban terlihat timbul dan tenggelam dalam waktu singkat,” tambah Kapolsek Aguk.

Setelah menerima laporan dari teman korban tentang kecelakaan tersebut, petugas dari Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Sukabumi dan sejumlah relawan SAR segera menuju lokasi untuk menyelamatkan korban. Tim SAR berhasil mengangkut korban ke darat, tetapi sayangnya kondisinya sudah tidak sadarkan diri.

BACA JUGA:  Tak Ada Korban Jiwa, Satu Unit Rumah di Gampong Alue Papeun Terbakar

Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Cisolok, namun karena kondisinya kritis, dia dirujuk ke RSUD Palabuhanratu dengan menggunakan mobil patroli Polsek Cisolok. Sayangnya, upaya penyelamatan nyawa korban tidak berhasil karena diduga tubuhnya telah terlalu banyak terkena air laut saat tenggelam.

Berdasarkan hasil pengembangan kasus, kematian korban murni akibat kecelakaan laut. Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk selalu mematuhi peringatan dan larangan yang ditetapkan di sekitar pantai, terutama saat kondisi ombak dan arus laut sedang tidak aman.

Saat ini, jenazah wisatawan asal Bali tersebut masih berada di RSUD Palabuhanratu dan akan dijemput oleh pihak keluarga. Insiden ini menjadi pengingat penting bagi semua orang tentang bahaya yang dapat terjadi ketika kita mengabaikan aturan keamanan di perairan yang berpotensi berbahaya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *