Kisah Inspiratif Gadis Desa Menjadi Jurnalis
Oleh : Tio Annisa Siagian. SE
Latar belakang pendidikan tidak selalu menjadi penghalang bagi seseorang untuk mengejar karier impian. Keberanian, keyakinan, dan usaha menjadi kunci utama keberhasilan. Kisah Annisa Siagian, seorang gadis desa, adalah bukti nyata bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.
Annisa berasal dari Desa Paya Tampah, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Meski hidup di daerah yang jauh dari pusat kota dan tanpa pendidikan formal di bidang jurnalistik, Annisa membuktikan bahwa keterbatasan itu dapat diatasi dengan semangat belajar dan tekad yang kuat untuk mengejar karier dan impiannya menjadi seorang jurnalis.
Annisa dikenal sebagai pribadi yang ramah, periang, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. Ia aktif di dunia kerelawanan, seperti Aksi Muda Jaga, relawan mengajar, hingga relawan kurban. Tak hanya itu, Annisa juga terlibat dalam berbagai organisasi dengan beragam peran, mulai dari bendahara, humas, hingga pengelola kemitraan, jadi tekatnya menjadi seorang jurnalis sangat besar.
Selain aktivitas sosialnya, Annisa pernah menjadi guru dan aktif memperbarui wawasan melalui berbagai platform digital. Semua pengalaman ini membentuk kepribadiannya yang percaya diri dan pantang menyerah dengan keyakinan yang penuh sehinggah terus berjuang sampai impianya itu tercapai.
“Dia adalah teman yang baik dan suka membantu. Annisa juga sosok yang berani dan percaya diri terhadap apa yang ingin dicapai,” ungkap Fadia, sahabat dekat Annisa, kepada hariandaerah.com, Sabtu (16/11/2024).
Minat Annisa terhadap dunia jurnalistik bermula dari kecintaannya pada menulis. Baginya, menulis adalah seni yang merefleksikan jati diri seseorang.
“Menulis bukan hal yang mudah. Perlu pengetahuan untuk menyampaikan ide sesuai kode etik jurnalistik. Tapi saya percaya bahwa saya mampu,” ujar Annisa.
Dengan belajar secara otodidak melalui media digital dan membaca, Annisa terus mengasah kemampuannya. Ia memahami bahwa setiap orang memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda-beda, sehingga penting untuk berani memulai dan belajar dari kesalahan.
“Jangan takut untuk memulai. Dengan mencoba, kita akan tahu letak kesalahan kita dan bisa memperbaikinya,” tambah Annisa penuh semangat.
Sebagai seseorang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang komunikasi atau penyiaran, Annisa menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari memahami kode etik jurnalistik, membangun jejaring profesional, hingga menghadapi kritik atas karyanya. Namun, semua itu justru menjadi motivasi untuk terus belajar dan berkembang.
Keberanian Annisa untuk terjun ke dunia jurnalistik menunjukkan bahwa mimpi bisa diwujudkan dengan kerja keras. Ia berharap kisahnya dapat menginspirasi generasi muda, terutama mereka yang merasa terbatas oleh latar belakang atau lingkungan.
“Tekad dan keyakinan adalah modal utama. Jangan takut salah, karena dari kesalahan kita bisa belajar dan tumbuh,” pesan Annisa kepada siapa saja yang ingin mengejar impian.
Perjalanan Annisa Siagian menjadi bukti bahwa mimpi bukanlah sesuatu yang mustahil, bahkan bagi mereka yang memulainya dari tempat yang sederhana. Dengan keberanian, ketekunan, dan semangat untuk belajar, Annisa telah menjadikan dirinya contoh nyata bahwa setiap impian bisa tercapai.






