Abdya – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya), Tgk Mustiari, mengunjungi kediaman Muhajir (15), seorang santri difabel di Desa Blang Dalam, Kecamatan Babahrot, Senin (20/1/2024).
Kedatangan rombongan unsur pimpinan DPRK Abdya bersama Dinas Sosial ini disambut hangat oleh keluarga Muhajir.
Dalam rombongan tersebut juga terlihat Camat Babahrot, Kepala Desa Blang Dalam, dan pendamping sosial.
Turut hadir pula sejumlah awak media yang mendokumentasikan kunjungan tersebut.
“Alhamdulillah, kami bisa berjumpa langsung dengan Risna. Semoga ia semakin semangat dan fokus belajar di pesantren,” ujar Mus Seudong sapaan akrab Tgk. Mustiari.
Muhajir, putra pasangan Syahrel dan Yeni, diketahui memiliki kelainan fisik pada kakinya sejak lahir. Dalam aktivitas sehari-hari, ia mengandalkan sepeda roda tiga yang dikayuh dengan tangan.
Namun, sepeda tersebut kini sudah rusak dan tidak layak pakai, menyulitkannya untuk beraktivitas, terutama sebagai santri di Pesantren Terpadu Jabar Tursina Al-Adny, Kabupaten Nagan Raya.
“Semangat Muhajir dalam menempuh pendidikan sungguh luar biasa, meski dengan keterbatasan fisik. Kami mendoakan yang terbaik agar ia bisa meraih cita-citanya menjadi seorang ustaz,” kata politisi Partai Aceh itu.
Kondisi Muhajir awalnya diketahui oleh Mus Seudong melalui pemberitaan media, yang mengungkapkan bahwa keluarga Muhajir membutuhkan bantuan kendaraan untuk mendukung aktivitas anak mereka.
Dalam kunjungan itu, Mus Seudong bersama Dinas Sosial Abdya juga menyerahkan bantuan kebutuhan sehari-hari kepada keluarga Muhajir.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga dan mendukung semangat Muhajir untuk terus belajar dan berprestasi.
“Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi Muhajir dan keluarganya. Semoga ia tetap tegar dan terus berjuang untuk masa depannya,” tutup Mus Seudong.








