LINGGA – Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Ke-X Tingkat Desa Sekanah, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, resmi ditutup pada Rabu malam, 29 Januari 2025. Acara yang berlangsung selama tiga hari ini ditutup dengan malam puncak serta pembagian hadiah bagi para kafilah yang berhasil meraih juara.
Penutupan STQ dihadiri oleh Camat Lingga Utara, Burhan; Kepala Desa Sekanah, M. Nazar Iman; Ketua BPD Desa Sekanah beserta anggota; Kepala Desa Resun, Chairul Mazi; Ketua BPD Desa Resun; Kepala Desa Duara, Azhar Muja; Ketua BPD Desa Duara; Ketua LAM Desa Sekanah; Ketua PKK Desa Sekanah beserta anggota; Dewan Hakim; Kepala Dusun; tokoh agama; tokoh masyarakat; staf desa; RT dan RW; serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sekanah, M. Nazar Iman, mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah menyelenggarakan STQ Ke-X dengan sukses dan meriah. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Sekanah serta Majelis Guru SDN 006 Sekanah yang telah mendukung dan memeriahkan acara tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, masyarakat, dan pihak terkait yang telah bekerja keras demi terlaksananya kegiatan ini. Tanpa gotong-royong dan dukungan semua pihak, acara ini tidak akan berjalan dengan baik,” ujar Nazar.
Nazar juga berpesan kepada para kafilah yang meraih juara agar tidak cepat berpuas diri dan terus mengasah kemampuan mereka.
“Teruslah belajar dan berlatih. Insyaallah, kami siap mengirim peserta untuk mengikuti seleksi di tingkat kecamatan dan kabupaten,” tambahnya.
Ia pun bersyukur karena STQ Ke-X di Desa Sekanah telah terlaksana dengan lancar dan penuh khidmat. “Semoga ini menjadi upaya dalam memotivasi generasi muda, khususnya umat Islam di Desa Sekanah, untuk lebih dekat dan mendalami Al-Qur’an,” harapnya.
Sementara itu, Camat Lingga Utara, Burhan, dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk menjadikan STQ sebagai ajang mencari bibit qari dan qariah yang dapat mewakili desa di tingkat kecamatan maupun kabupaten.
“Selamat dan sukses atas terselenggaranya STQ tingkat Desa Sekanah. Jadikan ajang ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga sebagai sarana membumikan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Burhan.
Ia juga menegaskan dukungannya terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan yang dapat memperkuat syiar Islam.
“Al-Qur’an adalah pedoman hidup kita. STQ ini bukan sekadar mencari juara, tetapi bagaimana kita dapat mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun lingkungan sekitar,” tutupnya.








