Meulaboh – Dalam kunjungan di Jawa Barat, usai berziarah kemakam Cut Nyak Dhien di Sumedang, Bupati Aceh Barat H. Ramli MS bersama rombongan lakukan silaturahmi dengan Bupati Sumedang, Jum’at (7/10/2022).
Dalam pertemuan tersebut Bupati H. Ramli MS menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir yang telah merawat dan menjaga makam salah seorang pejuang wanita asal Aceh yang diasingkan di Jawa Barat.
Bupati Ramli juga menceritakan tali Persaudaraan masyarakat Aceh Barat dengan Sumedang yang sudah terjalin lama.
“Mudah-mudahan persaudaraan ini semakin erat. Insya Allah, meski telah wafat sosok Cut Nyak Dhien akan menjadi penghubung silaturrahmi antara masyarakat Aceh dengan Sumedang,” kata Ramli MS.
Bupati Ramli menegaskan, ikatan persaudaraan Aceh-Sumedang sudah terjalin sejak lama dan seperti saudara kandung, dengan sosok Cut Nyak Dien sebagai Ibunda.
“Beliau bangsawan dari Aceh datang ke Sumedang memberikan pelajaran agama bagi masyarakat Sumedang saat itu,maka dari itu saya juga mengajak seluruh warga Aceh untuk terus mengirimkan doa kepada pahlawan kita agar menjadi ahli syurga,” kata Ramli.
Diakhir pidatonya saat bertemu dengan Bupati Sumedang, Ramli juga mengundang pimpinan daerah Sumedang untuk datang ke Aceh Barat menikmati beragam objek wisata islami dan tentu saja ragam kuliner.
“Kami mengundang masyarakat Sumedang untuk datang ke Aceh Barat merasakan keramahan Peumulia Jame yang artinya memuliakan tamu dari masyarakat Aceh. Banyak objek wisata islami dan beragam kuliner yang bisa dinikmati. Dengan saling mengunjungi Insya Allah silaturrahmi antara kita akan semakin terjalin baik.”Imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Aceh Barat bersama rombongan di Sumedang.
“Kami bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Bapak Bupati Aceh Barat H. Ramli MS di Sumedang. Semoga silaturrahmi dan persaudaraan ini terus terjalin, karena hal ini tentu salah satu hal yang diharapkan oleh Cut Nyak Dhien. Mari terus kita tauladani spirit perjuangan beliau untuk terus dijalankan. Mudah-mudahan bisa mempererat hubungan antara masyarakat Aceh dengan Sumedang,” kata Dony.
Oleh karena itu, sambung Dony, saat Cut Nyak Dhien wafat maka pemerintah kala itu mensejajarkan Cut Nyak Dien sebagai bagian dari keluarga kerajaan. Sehingga tempat peristirahatan terakhir Cut Nyak Dhien di dalam kompleks makam raja-raja Sumedang.
“Itu adalah bentuk penghargaan masyarakat Sumedang kala itu kepada sosok Cut Nyak Dhien, yang telah berjihad membela negara Indonesia untuk meraih kemerdekaan. Mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi kita semua, khususnya kepada kaum ibu untuk memberikan yang terbaik dalam memajukan Indonesia,” tutup Dony.














