LHOKSEUMAWE – Sebagai bagian dari komitmen mewujudkan Lhokseumawe sebagai Kota Cerdas dan Layak Huni, Pemerintah Kota Lhokseumawe menggelar apel pagi bersama yang melibatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), dan Tenaga Bantu Daerah (TBD), di Lapangan Hiraq, Senin (14/04/2025). Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan aksi gotong royong membersihkan fasilitas umum, jalan protokol, dan lingkungan sekitar.
Apel pagi dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini, S.E., yang dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi, kedisiplinan, dan kontribusi nyata seluruh ASN dalam mendukung kemajuan kota.
“Kedisiplinan bukan sekadar soal kehadiran tepat waktu, tetapi juga soal tanggung jawab dan keteladanan dalam menjaga lingkungan. Kota yang bersih mencerminkan etos kerja yang baik, dan itu bagian dari mewujudkan kota yang layak huni,” ujar Husaini.
Gotong royong ini merupakan bagian dari upaya kolektif membangun budaya bersih, mempererat kolaborasi antar-organisasi perangkat daerah (OPD), sekaligus meningkatkan rasa memiliki terhadap kota. Kegiatan ini juga dilaksanakan tanpa mengganggu ketentuan jam kerja ASN, yaitu 37,5 jam per minggu untuk lima hari kerja (Senin–Jumat), di luar waktu istirahat.
Pemko Lhokseumawe menegaskan bahwa unit kerja yang memberikan layanan langsung kepada masyarakat, lembaga pendidikan, atau dukungan operasional instansi dapat menyesuaikan waktu gotong royong. Artinya, kegiatan serupa tidak harus selalu dilakukan pada hari Jumat, tetapi bisa kapan saja selama tidak mengganggu pelayanan publik.
Lebih lanjut, Husaini menegaskan bahwa pelibatan ASN dalam gotong royong bukan untuk mengambil alih tugas teknis Dinas Lingkungan Hidup, melainkan sebagai bagian dari gerakan moral dan edukatif dalam membangun kesadaran kolektif. Kebersihan kota, menurutnya, merupakan tanggung jawab bersama, termasuk seluruh ASN sebagai teladan bagi masyarakat.
“Saat ini, produksi sampah harian di Kota Lhokseumawe mencapai 100 hingga 110 ton. Tidak mungkin penanganannya hanya mengandalkan petugas kebersihan. Dibutuhkan kolaborasi dan kesadaran dari semua pihak,” tegasnya.
Gerakan ini, lanjut Husaini, adalah cerminan dari semangat gotong royong ASN dan wujud kepedulian terhadap wajah kota. Ia berharap kegiatan ini menjadi budaya kerja yang terus dilestarikan dan menginspirasi masyarakat.
Menutup arahannya, Wakil Wali Kota Lhokseumawe menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan semangat seluruh ASN yang terlibat. Ia berharap semangat ini tumbuh menjadi energi perubahan yang positif bagi Lhokseumawe ke depan.
“Mari kita jadikan kebersihan sebagai indikator utama dalam menilai lingkungan kerja. Lingkungan bersih mencerminkan etos kerja yang baik dan menjadi contoh positif bagi masyarakat luas,” pungkasnya.








