LHOKSEUMAWE – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (Suna) Lhokseumawe menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Milad ke-57 kampus tersebut, Jumat, 12 Juni 2026. Peringatan yang mengusung tema “Merawat Keunggulan, Menyalakan Peradaban” itu menjadi momentum refleksi perjalanan panjang institusi, mulai dari Akademi Ilmu Al-Qur’an (AIA), bertransformasi menjadi IAIN, hingga kini berstatus UIN dengan akreditasi Unggul.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag., menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika, alumni, serta para pemangku kepentingan yang telah berkontribusi dalam perkembangan kampus. Menurutnya, berbagai capaian yang diraih saat ini merupakan hasil kerja kolektif yang dibangun sejak para pendahulu meletakkan fondasi institusi hingga menjadi perguruan tinggi Islam negeri yang terus berkembang dan berdaya saing.
Usai pelaksanaan sidang senat, rangkaian kegiatan Milad ke-57 dilanjutkan dengan agenda Sapa Pers yang dimulai pukul 10.45 WIB. Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Dr. Said Alwi, M.A., yang memaparkan berbagai perkembangan strategis kampus, termasuk transformasi kelembagaan menjadi UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, penguatan tata kelola, serta kerja sama dengan Polres Lhokseumawe melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesadaran hukum masyarakat.
Kegiatan Sapa Pers turut dihadiri Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Iskandar, M.Si., Kepala Biro UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, H. Akli Zikrullah, S.Ag., M.H., serta jajaran Humas UIN SUNA Lhokseumawe. Dalam forum tersebut, pimpinan kampus memaparkan sejumlah program unggulan dan arah pengembangan institusi ke depan.
Pada kesempatan itu, Rektor Prof. Danial juga menjelaskan bahwa UIN Suna menargetkan penerimaan sekitar 1.200 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026. Selain terus memperkuat program studi keagamaan, kampus juga sedang mengembangkan dan mengusulkan sejumlah program studi umum sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi serta menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Sebagai kampus yang berakar pada nilai-nilai Al-Qur’an, UIN Suna memberikan penghargaan khusus kepada mahasiswa penghafal Al-Qur’an. Mahasiswa yang mampu menghafal 30 juz Al-Qur’an dibebaskan dari kewajiban membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Kebijakan tersebut merupakan bentuk apresiasi kampus terhadap prestasi mahasiswa sekaligus upaya melahirkan generasi Qurani yang unggul secara akademik dan berkarakter.
Komitmen memperkuat identitas sebagai kampus peradaban juga diwujudkan melalui berbagai program pembinaan Al-Qur’an. Salah satunya adalah kewajiban bagi setiap mahasiswa untuk lulus tes kemampuan membaca Al-Qur’an sebelum mengikuti sidang skripsi. Kebijakan itu diterapkan untuk memastikan setiap lulusan memiliki bekal keislaman yang kuat sebagai ciri khas lulusan UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.
Di bidang internasional, UIN Suna terus memperluas jejaring kerja sama global. Setelah sukses melaksanakan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Internasional di Malaysia pada tahun lalu, kampus tahun ini memperluas program tersebut ke Thailand melalui kolaborasi dengan Yayasan Dakwah Islamiah Malaysia (YADIM). Program KPM dan magang internasional tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengalaman global mahasiswa sekaligus memperkenalkan UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe di tingkat internasional.(man)








