Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Pelindo Komit Dukung Investasi dan Penguatan Logistik Aceh Lewat Pelabuhan Malahayati

WhatsApp Image 2025 06 19 at 09.35.32
Branch Manager Sub Holding Pelindo Multi Terminal (SPMT) Branch Malahayati, Agust Deritanto, SE, M.Mar. (Foto: hariandaerah.com/Herlin).

BANDA ACEH – Branch Manager Sub Holding Pelindo Multi Terminal (SPMT) Branch Malahayati, Agust Deritanto, SE, M.Mar., menegaskan komitmen PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dalam mendukung kemudahan investasi dan pengiriman barang dari Aceh ke luar daerah. Hal ini disampaikannya dalam sebuah wawancara di Kafe Om Tom, Lueng Bata, Banda Aceh, Rabu (18/6/2025).

Agust menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi dengan Pemerintah Aceh sejak awal pemerintahan Gubernur Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Dek Fad, khususnya dalam upaya meningkatkan kemudahan berusaha dan efisiensi logistik melalui Pelabuhan Malahayati.

“Pelindo siap mengakomodasi kebutuhan investor dan pelaku usaha terkait pengiriman barang dari dan ke Aceh. Kami ingin menciptakan sistem logistik yang efisien untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia menyoroti masih rendahnya volume barang yang dikirim keluar dari Aceh, terutama dari Banda Aceh dan Aceh Besar. Sementara itu, sebagian besar barang yang masuk berasal dari Jakarta dan bersifat konsumtif.

BACA JUGA:  Gudang LPG Illegal Tak Diproses Hukum, Warga: Ada Apa?

“Kami mendorong konsolidasi barang lokal seperti hasil pertanian, perkebunan, perikanan, hingga produk UMKM agar dapat dikirim secara kolektif melalui Pelabuhan Malahayati. Saat ini, potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal,” tambahnya.

Agust menjelaskan bahwa prosedur administrasi pengiriman barang melalui pelabuhan terbilang sederhana dan mudah diakses pelaku usaha. Namun, dari sisi efisiensi biaya, pengiriman laut idealnya dilakukan dengan muatan minimal 1.000 ton menggunakan kapal besi. Untuk skala kecil, pengiriman umumnya hanya dapat menggunakan kapal kayu.

Pelindo juga telah menjalin komunikasi aktif dengan berbagai pihak seperti Kadin, BPKS Sabang, pengusaha lokal dari Banda Aceh, Aceh Utara, dan Bireuen, serta pelaku usaha asal Malaysia. Upaya ini bertujuan memperkuat kerja sama logistik maritim. Saat ini, sudah ada tiga perusahaan ekspedisi laut (JPT – Jasa Pengurusan Transportasi) yang beroperasi di Banda Aceh, meningkat dari sebelumnya hanya satu.

“Yang paling dibutuhkan saat ini adalah keberadaan pengumpul barang di Aceh. Jika fungsi ini berjalan, maka ekspedisi laut bisa diarahkan langsung ke Pelabuhan Malahayati. Untuk pengiriman domestik sangat mudah, dan untuk ekspor, kami siap bekerja sama dengan Bea Cukai yang juga mendukung kelancaran ekspor-impor,” jelas Agust.

BACA JUGA:  Relawan Aceh Solidarity Squad Lahir untuk Kemanusiaan

Ia menegaskan, selama barang yang dikirim bukan kategori terlarang, tidak ada kendala berarti dalam proses pengiriman. Meski kontainer dari Aceh kerap kosong saat diberangkatkan, Pelindo tetap mendukung setiap inisiatif pengiriman demi menjaga arus logistik dalam ekosistem Pelindo.

“Kami berharap pengiriman barang melalui pelabuhan dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat Aceh, terutama di wilayah sekitar pelabuhan. Ini juga berpotensi membuka lapangan kerja dan mengurangi biaya logistik dibandingkan dengan jalur darat,” pungkasnya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *