Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Aceh  

Warga Gampong Guhang Meriahkan HUT RI ke-80 dengan Aneka Lomba Tradisional dan Jalan Santai

Beragam lomba tradisional hingga kegiatan olahraga ringan diikuti dengan antusias oleh warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga ibu-ibu dan lansia.

IMG 20250818 230346 e1755533388862
Anak-anak Gampong Guhang antusias mengikuti lomba mewarnai dalam rangka HUT RI ke 80. Foto. Hariandaerah.com/Teuku Nizar.

Aceh Barat Daya – Suasana penuh semangat dan kegembiraan terlihat jelas di Gampong Guhang, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya.

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-80, masyarakat setempat menggelar berbagai kegiatan dan perlombaan yang berlangsung sejak tanggal 15 hingga 20 Agustus 2025 mendatang.

Beragam lomba tradisional hingga kegiatan olahraga ringan diikuti dengan antusias oleh warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga ibu-ibu dan lansia.

Keuchik Gampong Guhang, Venny Kurnia, mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan ini digelar sebagai bentuk rasa syukur dan semangat kebersamaan warga dalam merayakan hari kemerdekaan.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar lomba, tapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antar warga. Semua ikut berpartisipasi dengan penuh semangat, baik anak-anak, pemuda, maupun orang tua. Kami berharap tradisi ini terus hidup untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan persatuan,” ujar Venny Kurnia.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan lomba bola kaki daster yang digelar pada 15 hingga 17 Agustus 2025. Lomba unik ini menjadi salah satu daya tarik utama perayaan.

Peserta yang terdiri dari ibu-ibu bermain sepak bola dengan mengenakan daster, sehingga menciptakan suasana penuh gelak tawa.

Tak hanya penonton yang terhibur, para peserta pun tampak sangat antusias meski sesekali terjatuh atau kesulitan mengendalikan bola karena pakaian yang mereka kenakan.

BACA JUGA:  Meugang Idul Fitri 1446 H di Aceh Barat Daya pada 29 Maret 2025

“Lomba bola kaki daster ini selalu jadi hiburan tersendiri bagi warga. Lucu, meriah, dan penuh kebersamaan,” tutur Desmita Putra, salah seorang warga sambil tertawa menyaksikan pertandingan.

Pada tanggal 16 Agustus 2025, giliran anak-anak yang unjuk kebolehan melalui lomba mewarnai. Puluhan peserta dari tingkat TK hingga sekolah dasar mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat.

“Lomba ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas anak-anak,” kata Venny.

Kemeriahan berlanjut dengan lomba makan kerupuk yang digelar pada pertengahan Agustus. Lomba sederhana namun selalu dinanti ini diikuti oleh anak-anak dan remaja.

Sorak sorai penonton terdengar riuh ketika peserta berusaha menghabiskan kerupuk yang digantung tanpa boleh menggunakan tangan.

Sementara itu, pada tanggal 17 Agustus 2025, suasana menjadi semakin seru dengan hadirnya lomba tangkap bebek.

Warga berbondong-bondong menyaksikan peserta berlari-lari mengejar bebek di area yang telah dipersiapkan panitia. Gelak tawa pecah saat bebek-bebek lincah menghindari tangkapan peserta.

Masih pada tanggal 17 Agustus, anak-anak kembali dimanjakan dengan lomba balap karung.

Peserta terlihat bersemangat melompat-lompat menuju garis finis, meskipun ada yang terjatuh atau terpeleset. Namun hal itu tidak mengurangi keceriaan baik bagi peserta maupun penonton.

“Balap karung ini sudah menjadi bagian tradisi dari peringatan HUT RI. Kami ingin anak-anak merasakan kebahagiaan yang sama seperti generasi sebelumnya,” jelas Keuchik Venny Kurnia.

BACA JUGA:  Eks Kombatan Aceh Rayeuk Gelar Syukuran dan Doa Bersama Peringati HUT ke-80 RI

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan jalan santai pada 18 Agustus 2025. Acara ini diikuti oleh masyarakat dari berbagai usia, mulai dari siswa SMA hingga para lansia dan ibu-ibu. Dengan rute mengelilingi gampong, kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan warga.

Banyak warga yang tampak gembira mengikuti jalan santai, sambil sesekali menyanyikan yel-yel kemerdekaan.

Panitia juga menyediakan hadiah sederhana yang semakin menambah antusiasme peserta.

Kemeriahan HUT RI ke-80 di Gampong Guhang membuktikan bahwa semangat kemerdekaan tetap terjaga melalui kegiatan sederhana namun penuh makna.

Berbagai lomba tradisional menjadi sarana hiburan sekaligus memperkuat rasa persaudaraan antar warga.

“Harapan kami, kegiatan ini bisa terus dilestarikan setiap tahun. Dengan begitu, generasi muda akan selalu mengingat pentingnya perjuangan dan menjaga persatuan bangsa,” pungkas Keuchik Venny Kurnia.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian acara pada 20 Agustus, masyarakat Gampong Guhang membawa pulang bukan hanya hadiah lomba, melainkan juga kenangan indah yang akan selalu dikenang sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke-80.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *