Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

PLN Indonesia Power UBP Lontar Gelar Pelatihan Membatik Bersama Kelompok Disabilitas NOSATA di MI Al-Husna

IMG 20250826 WA0031

TANGERANG, – Sebagai wujud komitmen terhadap inklusivitas, UBP Banten 3 Lontar secara berkelanjutan mengadakan program pemberdayaan bagi kelompok disabilitas. Bersamaan dengan peresmian Gedung Sekolah MI Al-Husna Desa Lontar, UBP Banten 3 Lontar menggandeng kelompok batik Nol Satu Tangerang (NOSATA) untuk menggelar kegiatan kreatif membatik bersama para siswa. Sebanyak 20 anggota kelompok NOSATA, didampingi guru, turut serta dalam pelatihan ini. Para siswa menyambut kegiatan ini dengan antusias dan bersemangat mencoba teknik dasar membatik di bawah bimbingan langsung dari para instruktur.

 

Program ini tidak hanya bertujuan memberikan keterampilan baru kepada siswa MI Al-Husna, tetapi juga menanamkan nilai inklusivitas dan saling menghargai dalam keberagaman. Dengan melibatkan anak-anak disabilitas sebagai pengajar, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri, memperkuat kemandirian, serta menghilangkan stigma negatif yang seringkali melekat pada penyandang disabilitas.

BACA JUGA:  PDI Perjuangan Gelar Konsolidasi Internal dan Reses Anggota DPRD Sumut dengan Khidmat

 

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan berbagi ilmu. Justru dengan membatik bersama, kita belajar tentang kesabaran, kreativitas, serta pentingnya saling mendukung,” ujar Anit, pembina Kelompok NOSATA.

 

Pihak sekolah MI Al-Husna pun menyampaikan apresiasinya atas inisiatif ini, yang tidak hanya memperkenalkan seni batik kepada siswa, tetapi juga mengajarkan nilai kemanusiaan. “Anak-anak belajar bahwa setiap orang memiliki kelebihan masing-masing. Ini adalah pelajaran berharga yang sama pentingnya dengan pelajaran di kelas,” ungkap Dodi, Kepala Sekolah MI Al-Husna.

BACA JUGA:  Kisruh DPRK Langsa, Muslim A Gani: Anggota Dewan Tidak Sehat Karena Ambisi Pribadi

 

Dengan semangat kebersamaan, pelatihan membatik ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan ruang pendidikan yang lebih ramah, inklusif, dan berkelanjutan di Desa Lontar. Siswa MI Al-Husna juga mendapatkan pengalaman berharga belajar seni budaya Indonesia langsung dari anggota NOSATA yang merupakan penyandang disabilitas. Kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal, tetapi juga menjadi wujud dukungan*

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *