BATUSANGKAR – Sebanyak 504 siswa terbaik dari berbagai madrasah di Kabupaten Tanah Datar mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 tingkat kabupaten. Ajang perdana ini resmi dibuka oleh Kepala Kemenag Tanah Datar, H. Amril, di MAN 2 Tanah Datar, Selasa (9/9/2025).
Dalam sambutannya, H. Amril menegaskan bahwa OMI bukan hanya sekadar lomba akademik, tetapi juga sarana membangun karakter.
“Olimpiade ini bukanlah sekadar ajang adu kecerdasan. Lebih dari itu, OMI adalah wadah untuk melatih sportivitas, memperkuat karakter, sekaligus membuktikan bahwa madrasah mampu melahirkan generasi unggul,” ujarnya.
OMI 2025 merupakan integrasi dari Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES). Tujuannya, meningkatkan mutu pendidikan madrasah, mengembangkan bakat siswa di bidang sains dan sosial, serta menumbuhkan budaya kompetisi yang sehat dan jujur.
Tahun ini, OMI mengusung tema “Islam dan Teknologi Digital: Inovasi Sains untuk Generasi Indonesia Maju dan Berdaya Saing Global.” Tema ini menegaskan komitmen madrasah dalam menjawab tantangan zaman dengan menggabungkan pendidikan agama, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
Kompetisi dibagi sesuai jenjang pendidikan
- Tingkat MI: Matematika, IPA, dan PAI.
- Tingkat MTs: Matematika, IPA, IPS, dan PAI.
- Tingkat MA: Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Geografi, dan PAI.
Kegiatan berlangsung di dua lokasi, yakni MAN 2 Tanah Datar untuk tingkat MI dan MA, serta MTsN 6 Tanah Datar untuk tingkat MTs. Pelaksanaan dibagi tiga hari: 9 September untuk tingkat MA, 10 September untuk MI, dan 11 September untuk MTs.
Selain melibatkan siswa madrasah, sebanyak 29 peserta dari sekolah umum di bawah Dinas Pendidikan juga ikut berkompetisi. Antusiasme besar ini, kata H. Amril, menunjukkan dukungan kuat dari siswa, guru, kepala madrasah, dan orang tua terhadap peningkatan mutu pendidikan.
Ia berharap, para juara OMI tingkat kabupaten dapat melaju ke level provinsi, nasional, bahkan internasional.
“Mari jadikan OMI sebagai pengalaman berharga untuk membentuk pribadi yang tangguh, cerdas, dan berdaya saing. Inilah bukti nyata komitmen Kemenag dalam mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan global,” tutupnya.








