PRINGSEWU – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Banyumas mendapat sambutan hangat dari para siswa. Kehadiran makanan bergizi setiap hari di sekolah membuat mereka lebih bersemangat mengikuti pelajaran.
Suasana terlihat di salah satu ruang kelas, para siswa dengan tertib menikmati menu yang disajikan. Nampak kebersamaan begitu terasa, ketika setiap anak duduk rapi di meja masing-masing sambil menyantap makanan yang terdiri dari nasi, lauk pauk, sayur, serta buah. Raut wajah bahagia terpancar, seolah menegaskan bahwa program ini benar-benar memberi manfaat nyata.
Salah satunya dirasakan oleh Nadia, siswi MTs Negeri 2 Pringsewu. Ia mengaku sangat terbantu karena tak lagi khawatir berangkat sekolah tanpa sarapan.
“Rumah saya jauh, jadi harus berangkat pagi. Kadang tidak sempat sarapan karena takut terlambat. Dulu sering maag kambuh. Sekarang dengan adanya MBG, alhamdulillah saya jarang sakit. Menunya juga enak, ada daging, sayur, buah. Kalau bawa bekal sendiri, tentu tidak selengkap ini,” ujar Nadia kepada Hariandaerah.com, Jumat (19/9/2025).
Tak hanya siswa, para orang tua murid juga merasakan manfaat besar dari program ini. Nasuha, salah satu wali murid, mengaku sangat terbantu karena tidak lagi harus pusing menyiapkan bekal untuk anak setiap hari.
“Dulu tiap pagi saya selalu memikirkan menu agar anak tidak bosan. Dengan adanya MBG, sekarang saya tidak pusing lagi. Sangat berterima kasih karena anak-anak bisa makan enak dan sehat di sekolah,” ucap Nasuha.
Kepala Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukamulya Berkah Rajendra, Dahlia, menegaskan pihaknya berkomitmen penuh menjaga kualitas dan keberlangsungan program MBG di Banyumas. Ia menekankan bahwa program ini bukan sekadar penyediaan makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk tumbuh kembang generasi muda.
“Kami konsisten menjalankan program ini dengan standar gizi seimbang. Bukan hanya kenyang, tetapi sehat dan bervariasi. Setiap menu disusun dengan cermat, ada karbohidrat, protein, sayur, hingga buah. Ini bagian dari upaya kami membangun kebiasaan makan sehat sejak dini,” ujar Dahlia.
Menurutnya, pengawasan dilakukan secara ketat mulai dari pemilihan bahan pangan, proses memasak hingga distribusi ke sekolah. Hal itu menjadi prinsip utama agar makanan yang tersaji benar-benar higienis, aman, dan bergizi.
“Bagi kami, MBG bukan sekadar rutinitas, tapi wujud nyata kepedulian negara terhadap masa depan anak-anak. Jika gizi mereka baik, maka daya konsentrasi meningkat, semangat belajar tumbuh, dan kualitas sumber daya manusia kita di masa depan akan semakin unggul,” tambahnya.
Kehadiran MBG di Kecamatan Banyumas diharapkan terus berkelanjutan. Dengan begitu, para siswa tidak hanya terjamin asupan gizinya, tetapi juga lebih siap menghadapi tantangan pendidikan dan kehidupan di masa mendatang. ( Davit )








