ACEH BARAT – Tim dosen Universitas Teuku Umar (UTU) melaksanakan sosialisasi dan pelatihan bersama Kelompok Tani (Poktan) Abadi Tani Desa Peunia, Kecamatan Kaway XVI, pada Senin (8/8/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Berbasis Kemitraan Masyarakat yang didanai Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek 2025.
Program ini melibatkan tiga dosen lintas disiplin, yakni Oviana Lisa, S.Si., M.Si (Agroteknologi-FP), Siti Aminah, S.P., M.Agr (Agroteknologi-FP), dan Friyuanita Lubis, S.Pi., M.Sc (Manajemen Sumber Daya Akuatik-FPIK), serta mahasiswa dari Prodi Agroteknologi dan Manajemen Sumber Daya Akuatik UTU.
Fokus utama kegiatan adalah mendorong petani memanfaatkan lahan rawa terbengkalai melalui teknologi hidroganik serta mengolah eceng gondok yang menutupi perairan menjadi bahan alternatif pelet ikan ramah lingkungan dengan biaya rendah.
Ketua Tim Pengabdian, Oviana Lisa, S.Si., M.Si, menjelaskan program ini dirancang agar masyarakat dapat mengoptimalkan potensi lahan perairan.
“Melalui hidroganik, kita bisa mengintegrasikan budidaya ikan dan sayuran secara efisien. Sementara eceng gondok yang selama ini dianggap gulma justru dapat diolah menjadi bahan baku pelet ikan yang murah dan ramah lingkungan,” terangnya.
Ia menambahkan, inovasi ini tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan.
“Dengan mengolah gulma air menjadi pakan alternatif, kita mengubah tantangan menjadi peluang ekonomi. Harapannya, inovasi ini dapat memperkuat ketahanan pangan desa sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi hijau berkelanjutan,” ujarnya.
Ketua Poktan Abadi Tani, Junaidi, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan memberikan pemahaman baru bagi anggota kelompok tani.
“Selama ini eceng gondok hanya dianggap sebagai pengganggu di rawa. Kini kami tahu tanaman itu bisa dimanfaatkan sebagai pakan ikan. Teknologi hidroganik yang diperkenalkan juga memberi harapan baru agar lahan rawa menjadi lebih produktif,” ucapnya.
Ia menambahkan, pengetahuan yang diperoleh menjadi bekal berharga bagi kemandirian petani.
“Kami berharap pendampingan ini berlanjut. Dengan dukungan perguruan tinggi, kami optimis Desa Peunia dapat berkembang sebagai contoh penerapan ekonomi hijau di Aceh Barat,” tutupnya.








