BANDA ACEH — Pesan penuh makna itu disampaikan Tgk. H. Masrul Aidi, Lc. dalam ceramah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Wustha Jeulingke, Rawa Sakti, “Ibadah tidak cukup berhenti pada ritual. Bila salat tidak melahirkan kepedulian, maka ruhnya hilang.” Minggu (5/10/2025) malam.
Dalam tausiyahnya, Tgk. Masrul menegaskan bahwa salat bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk membentuk akhlak mulia serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Sesungguhnya salat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Intinya adalah membangun akhlak dan rasa peduli terhadap sesama,” ujarnya.
Ia menyoroti fenomena sebagian masyarakat yang tekun beribadah, namun masih kurang peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Menurutnya, nilai ibadah kehilangan makna bila tidak tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
“Keimanan itu gugur ketika seseorang tidur dalam keadaan kenyang, sementara tetangganya kelaparan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Tgk. Masrul mengingatkan agar peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi ajang seremonial tahunan, melainkan menjadi momentum untuk memperdalam kecintaan serta pemahaman terhadap sosok Rasulullah SAW.
“Celakanya, setiap tahun kita merayakan Maulid, tapi sedikit yang mengenal kisah kelahiran Nabi. Seharusnya, selesai Maulid kita makin mengenal dan meneladani beliau,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Tgk. Masrul juga menyinggung pergeseran tradisi perayaan Maulid yang dinilainya mulai kehilangan nilai spiritual.
“Kalau dulu para ulama menyalakan kemenyan sebagai simbol doa bersama, kini yang lebih banyak terlihat justru kepulan asap rokok,” ujarnya dengan nada sindiran.
Menutup ceramahnya, Tgk. Masrul mengajak jamaah untuk meneladani Rasulullah melalui tindakan nyata dalam kehidupan sosial.
“Memberi rasa aman kepada orang yang takut dan menolong orang yang lapar adalah wujud sejati peringatan Maulid. Jika kepedulian sosial tumbuh, dakwah Islam akan berjalan stabil dan maju,” pesannya.
Rangkaian kegiatan Maulid di Masjid Al-Wustha juga diisi dengan santunan anak yatim dan kenduri bersama warga sejak siang hari. Ribuan masyarakat Rawa Sakti hadir dalam suasana penuh kebersamaan, kehangatan, dan kekhidmatan.
Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW, M. Taufiqurrahman Rozali, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh panitia, masyarakat Rawa Sakti, donatur, dan semua pihak yang telah membantu. Mohon maaf bila masih ada kekurangan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BKM Jamik Al-Wustha, Prof. Dr. Ir. Rahmat Fadhil, M.Sc., mengapresiasi kekompakan dan semangat kebersamaan panitia yang berhasil menyukseskan acara tahun ini.
Hal senada disampaikan Kepala Dusun Rawa Sakti Jeulingke, H. Zulhan Hanafiah, S.Kom., yang merasa bangga atas antusiasme masyarakat.
“Berkat dukungan dan kolaborasi semua pihak, Maulid tahun ini berlangsung meriah dan penuh keberkahan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua,” pungkasnya.








