PRINGSEWU – Puluhan juru sembelih hewan dari berbagai wilayah di Kabupaten Pringsewu mengikuti Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) dan Fiqih Kurban di Aula SPPG Yaduha, Pekon Ambarawa, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Penggerak Kemakmuran Masjid dan Mushola (PKMM) sebagai upaya meningkatkan pemahaman serta keterampilan masyarakat dalam penyembelihan hewan sesuai syariat Islam menjelang Hari Raya Iduladha.
Ketua panitia, Ustad Ismail, mengatakan pelatihan ini merupakan program rutin tahunan yang terus dilaksanakan oleh PKMM. Tahun 2026 ini menjadi pelaksanaan yang kelima kalinya digelar secara berkesinambungan.
“Alhamdulillah, kegiatan ini rutin kami laksanakan setiap tahun dan sekarang merupakan pelaksanaan yang kelima kalinya. Ini menjadi bentuk komitmen kami dalam mencetak juru sembelih halal yang memahami syariat Islam serta memiliki keterampilan yang baik dalam proses penyembelihan hewan kurban,” ujar Ustad Ismail.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga bertujuan memberikan edukasi kepada para juru sembelih hewan di lingkungan masjid dan mushola, sekaligus membina kader-kader juru sembelih halal agar memiliki kemampuan yang sesuai syariat Islam dan standar kesehatan.
Menurutnya, pelatihan tidak hanya berfokus pada teori fiqih kurban, tetapi juga memberikan pembekalan praktik langsung agar peserta memahami tata cara penyembelihan yang benar, cepat, higienis, dan sesuai ketentuan halal.
Dalam kegiatan tersebut, PKMM menghadirkan pemateri dari Juru Sembelih Halal (Juleha) Kabupaten Pringsewu. Materi yang diberikan meliputi syarat hewan kurban, teknik penyembelihan halal, penggunaan peralatan sesuai standar, hingga penanganan daging kurban pasca penyembelihan.
Selain penyampaian teori, peserta juga mengikuti praktik langsung penyembelihan terhadap beberapa jenis hewan, seperti sapi, kambing, ayam, dan bebek. Praktik lapangan dilakukan guna meningkatkan kemampuan teknis peserta agar dapat diterapkan di lingkungan masjid, mushola, maupun masyarakat umum saat pelaksanaan kurban.
Menurut Ustad Ismail, antusiasme peserta terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penyembelihan halal yang sesuai syariat dan standar kesehatan.
“Kami berharap kegiatan ini terus berjalan setiap tahun dan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya penyembelihan halal. Dengan demikian, pelaksanaan ibadah kurban di Kabupaten Pringsewu dapat berjalan lebih baik, tertib, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tambahnya.
Pelatihan tersebut juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lokasi penyembelihan, etika memperlakukan hewan, serta menjaga kualitas daging agar tetap sehat dan layak konsumsi. Para peserta diharapkan mampu menjadi juru sembelih halal yang profesional serta dapat membantu masyarakat dalam pelaksanaan ibadah kurban. ( vit )








