Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Heru Irwanto Gerakkan Petani Milenial: Belajar Bertani Gratis, Disediakan Makan hingga Diberi Modal Usaha

IMG 20260531 WA0001
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, saat mengunjungi area pertanian selada hidroponik di Salem.(Foto dok hariandaerah.com/Putra Zambase)

BREBES – Kepedulian tinggi terhadap regenerasi petani muda atau yang lebih dikenal sebagai petani milenial, terus ditunjukkan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Brebes, Heru Irwanto. Hal ini disampaikannya saat disambangi awak media hariandaerah.com di kediamannya, pada Sabtu (30/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Heru secara aktif mengajak seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Brebes untuk mulai belajar dan mendalami budidaya berbagai komoditas pertanian unggulan, mulai dari buah-buahan seperti melon, mangga, alpukat, durian, hingga beragam jenis sayuran bernilai ekonomi tinggi.

Bukan sekadar ajakan semata, Heru membuktikan keseriusannya dengan memberikan kemudahan luar biasa bagi siapa saja yang berminat terjun ke dunia pertanian.

Ia menyiapkan tempat khusus sebagai lokasi pembelajaran, lengkap dengan fasilitas konsumsi bagi para peserta yang mau belajar. Syarat yang ditetapkan pun sangat sederhana: bersungguh-sungguh menyerap ilmu yang diberikan dan tidak meminta bayaran sepeser pun.

Lebih dari itu, Heru menawarkan jaminan pemberdayaan yang sangat menarik. Bagi masyarakat yang dinilai sudah menguasai teknik dan tata cara bertani secara modern serta profesional, ia berjanji akan memulangkan mereka kembali ke daerah asal masing-masing sekaligus memberikan bantuan pemodalan awal.

Langkah ini dilakukan agar ilmu yang didapat dapat langsung diterapkan dan dikembangkan di lingkungan sekitar, sehingga tercipta rantai kesejahteraan yang luas bagi warga Brebes.

Pintu pembelajaran ini dibuka seluas-luasnya tanpa memandang status sosial, latar belakang pendidikan, maupun usia. Bagi Heru, hal yang paling utama adalah adanya kemauan keras dan semangat untuk belajar, serta keinginan berubah menjadi pribadi yang lebih mandiri dan produktif.

BACA JUGA:  13 Lulusan STTD Brebes Terima SK Pengangkatan, Wurja Tekankan Profesionalisme

Salah satu materi unggulan yang diajarkan dan menjadi sorotan utama adalah budidaya sayuran selada menggunakan sistem hidroponik. Heru menjabarkan rincian lengkap mulai dari teknis pengelolaan hingga hitungan ekonominya yang sangat menjanjikan.

Menurut penjelasannya, masa tanam selada terhitung sangat singkat. Mulai dari penanaman bibit hingga siap panen hanya membutuhkan waktu sekitar 14 hari saja. Artinya, dalam kurun waktu satu bulan, petani bisa melakukan panen hingga dua kali. Siklus yang cepat ini tentu membuat perputaran modal dan keuntungan berjalan sangat lancar dan menguntungkan.

Ditinjau dari sisi biaya dan keuntungan, angkanya pun sangat menarik bagi petani. “Untuk biaya tanam dan harga bibit selada kisarannya sekitar Rp7.500 per kilogramnya. Sedangkan setelah panen, harga jualnya di pasaran mencapai Rp25.000 per kilogram,” ungkap Heru, memperlihatkan selisih keuntungan yang cukup besar.

Keunggulan lain dari sistem hidroponik ini, lanjut Heru, adalah hampir tanpa kendala berarti selama pengelolaan dilakukan dengan benar. Kunci utamanya hanya satu: kecukupan air sebagai sumber nutrisi utama tanaman. Metode ini pun dinilai sangat cocok dikembangkan di berbagai kondisi lahan yang ada di Brebes, karena tidak bergantung pada kesuburan tanah.

Selain bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, pengembangan budidaya ini juga merupakan langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Hal ini menjadi upaya nyata mengantisipasi risiko kelangkaan pasokan sayuran dan buah-buahan, serta untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat menuju pola makan beragam, bergizi, dan seimbang.

BACA JUGA:  Kunker Perdana Komisi D DPRD Disambut Hangat Para Kapus Sewilayah V Kabupaten Cianjur

Secara khusus, Heru menyampaikan pesan dan semangat membara bagi kaum milenial Brebes. Ia mengajak generasi muda untuk mengubah pola pikir bahwa bertani bukanlah pekerjaan kelas bawah, melainkan sektor ekonomi yang sangat menjanjikan masa depannya.

“Saya berpesan kepada kaum milenial, semangatlah mencari cuan. Percayalah, dengan bertani jika ditekuni dengan sungguh-sungguh, bisa menghasilkan cuan yang besar dan menyejahterakan,” tegas Heru Irwanto.

Gerakan positif ini mendapatkan apresiasi dan dukungan langsung dari Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Paramitha didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes, Tahroni, serta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Brebes, Ahmad Saeful Ansori, hadir dan turut memetik langsung hasil pertanian selada hidroponik tersebut.

Kehadiran pimpinan daerah ini menjadi bukti nyata dukungan penuh atas inovasi dan terobosan yang dilakukan Heru Irwanto. Langkah ini diharapkan mampu memicu semangat masyarakat Brebes, khususnya generasi muda, untuk beralih menjadi petani modern yang mandiri, berdaya saing, dan membawa pertanian Brebes menuju kemajuan serta kesejahteraan yang lebih luas.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *