Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Lelah Menunggu Tindakan Nyata BBWS Cimancis, Warga Dukuh Cibogo Desa Cikeusal Kidul, Tangani Sungai Babakan Secara Swadaya

IMG 20260616 WA0001
Tampak alat berat yang dipinjam dari  Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Brebes, sedang melakukan pengerukan di sungai Babakan di Dukuh Cibogo Desa Cikeusal Kidul.(Foto dok hariandaerah.com/Putra Zambase)

BREBES – Semangat gotong royong dan kepedulian yang tinggi terlihat jelas dari warga Dukuh Cibogo, Desa Cikeusal Kidul, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes. Lelah menunggu kepastian penanganan dan tak ingin terus hidup dalam kekhawatiran akan luapan Sungai Babakan, masyarakat akhirnya mengambil langkah berani: mengumpulkan dana secara swadaya untuk melakukan normalisasi aliran sungai sekaligus membangun tanggul penahan air.

Langkah ini terpaksa diambil karena Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung atau Cimancis, hingga saat ini belum melaksanakan pekerjaan yang diharapkan. Padahal, ancaman banjir sudah lama membayangi dan meresahkan warga setempat.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kusen (53), warga setempat, didampingi tokoh pemuda Dukuh Cibogo, Reza (44), saat ditemui awak media hariandaerah.com di lokasi pekerjaan pada Selasa (16/6/2026).

Menurut Kusen, kabar rencana normalisasi Sungai Babakan menggunakan alat berat sudah beredar cukup lama dan sempat menumbuhkan harapan besar di hati warga. Namun seiring berjalannya waktu, harapan itu perlahan berubah menjadi kekecewaan, karena belum ada tanda-tanda pelaksanaan dari pihak berwenang.

“Saat mendengar rencana itu, kami sangat antusias. Kami pikir bantuan pemerintah sebentar lagi tiba. Tapi nyatanya kami menunggu sangat lama, belum ada kepastian, belum ada jadwal kapan pekerjaan itu dimulai,” ujar Kusen dengan nada kecewa.

Menyadari risiko bencana kian mendekat tanpa jawaban yang pasti, warga pun berinisiatif tidak hanya diam menunggu. Melalui urunan bersama dan sumbangan dari para donatur yang peduli, mereka berhasil mengumpulkan dana untuk membiayai kegiatan normalisasi serta pembangunan tanggul.

Alat berat untuk pengerukan sedimen diperoleh berkat dukungan dari Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Brebes. Selama tiga hari terakhir, alat tersebut telah bekerja membersihkan aliran sungai yang melintasi wilayah Dukuh Cibogo.

“Alhamdulillah, kami berpikir dan bertindak sendiri. Dana yang digunakan murni hasil swadaya, bukan bantuan dari desa maupun pemerintah. Kami sadar langkah ini bukan solusi terbaik secara teknis, tapi setidaknya kami berusaha meminimalkan risiko agar dampak banjir tidak makin parah saat air sungai meluap nanti,” tegasnya.

BACA JUGA:  Sambut Ramadhan, Polsek Simeulue Timur Bersama Masyarakat Laksanakan Gotong Royong di Mesjid

Selain meminjamkan alat berat, dinas terkait juga menyumbang 500 lembar karung. Karung-karung itu nantinya akan diisi pasir dan dipasang sebagai penahan sementara di bagian depan tanggul. Meski mendapat dukungan sarana, seluruh biaya operasional alat berat tetap ditanggung sepenuhnya oleh warga.

Kusen menegaskan bahwa pemeliharaan dan normalisasi sungai sejatinya merupakan kewenangan pemerintah, dalam hal ini BBWS Cimancis. Padahal, laporan dan keluhan warga sudah disampaikan sejak terjadinya banjir terparah pada 26 Maret 2026 lalu. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang nyata, sehingga warga merasa tidak punya pilihan lain selain bergerak sendiri.

“Kalau kami tidak berinisiatif begini, sampai kapan harus menunggu? Padahal banjir datangnya tanpa jadwal. Bencana ini sudah kami rasakan dan laporkan sejak Maret lalu. Coba bayangkan, warga yang rumahnya di bantaran sungai sampai menangis memohon pertolongan, takut tempat tinggalnya hanyut atau rusak jika tidak segera ditangani,” ungkapnya dengan suara bergetar menahan haru.

Selain kecewa terhadap pihak berwenang, warga juga menyampaikan harapannya kepada para wakil rakyat di daerah pemilihan setempat dan mengapresiasi sebagian yang sudah berkunjung ke lokasi.

“Saya berharap para wakil rakyat dari daerah pemilihan ini membantu menyelesaikan persoalan ini. Alhamdulillah, ada juga yang sudah datang melihat langsung, seperti Suwarno dari Fraksi PAN, Zubaidah dari Fraksi Golkar, dan Muraeni dari Fraksi Gerindra,” ujar Kusen.

Sementara itu, sejumlah anggota DPRD Brebes mengakui bahwa masalah pendangkalan dan bahaya banjir di Sungai Babakan sudah sering disuarakan dalam rapat kerja. Namun penanganannya terbentur aturan kewenangan. Sungai tersebut secara hukum berada di bawah tanggung jawab penuh pemerintah pusat melalui BBWS Cimancis, sehingga pemerintah daerah tidak memiliki wewenang maupun anggaran untuk melaksanakan normalisasi secara langsung.

“Kami sudah sering melaporkan kepada pihak terkait, termasuk Bupati Brebes. Namun secara kewenangan, Sungai Babakan menjadi tanggung jawab BBWS Cimancis. Setahu saya, tahun ini sudah dialokasikan anggaran sebesar Rp270 miliar untuk penanganan pasca banjir, dan informasi yang kami terima saat ini masih menunggu proses pelaksanaannya,” jelas Suwarno, anggota DPRD Brebes Fraksi PAN dari Dapil Ketanggungan- Banjarharjo.

BACA JUGA:  Dukung Program Nakes Door to Door, Forkopimcam Ketanggungan Kompak Wujudkan Desa Sehat

Hal senada disampaikan Moh. Rizki Ubaidillah dari Fraksi PDI Perjuangan. Menurutnya, pihaknya dan pemerintah daerah terus berusaha menyampaikan aspirasi warga, namun tetap harus mengikuti aturan yang berlaku.

“Kami terus menyampaikan usulan ini, namun ada ketentuan teknis dan regulasi yang harus dipenuhi. Semoga segera direalisasikan,” katanya.

Para wakil rakyat itu pun mendesak BBWS Cimancis segera merealisasikan anggaran yang telah disiapkan agar bencana banjir tidak kembali melanda warga di sepanjang aliran sungai tersebut.

Terpisah pihak BBWS Cimancis saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Uki menyampaikan bahwa anggaran penanganan Sungai Babakan saat ini masih dalam proses lelang di Balai Pengelolaan Pengadaan Jasa Konstruksi (BP2JK) Bandung.

“Kami juga berharap proses ini segera selesai dan pekerjaan dapat segera dikontrakkan. Saat ini hampir seluruh alat berat yang kami miliki sedang digunakan untuk menormalkan aliran sungai dari bawah Jembatan Pantura hingga ke muara,” terangnya.

Sementara itu, pekerjaan swadaya warga yang sudah berlangsung selama tiga hari ini akan terus dilanjutkan demi keamanan bersama. Melalui kesempatan ini, Kusen mewakili seluruh warga Dukuh Cibogo menyampaikan permohonan mendesak kepada Pemerintah Pusat, Gubernur Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Brebes, Bupati Brebes, serta para anggota DPRD terkait.

“Kami memohon perhatian dan tanggapan dari pihak manapun. Kami sangat berharap mendapat bantuan agar bisa hidup lebih aman dan tenang. Terutama kami meminta BBWS Cimancis dan dinas terkait segera menindaklanjuti masalah ini, supaya saat hujan deras dan air naik nanti, sudah ada penanganan yang memadai,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, kegiatan swadaya warga masih terus berjalan dengan semangat gotong royong yang kental, seraya berharap pemerintah segera turun tangan memberikan penanganan yang lebih layak dan permanen demi keselamatan masyarakat setempat.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *