Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Atlet dan Pelatih Cabor Pencak Silat Simeulue Keluhkan Honor Pra PORA Belum Dibayar

Proses latihan para atlet Pencak Silat Simeulue. (Foto: ist)

SIMEULUE – Sejumlah pelatih dan atlet cabang olahraga pencak silat yang mengikuti ajang Pra-Pekan Olahraga Aceh (Pra PORA) di Kabupaten Simeulue pada Mei 2026 mengaku hingga kini belum menerima honor atau upah dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Simeulue.

Kondisi tersebut menuai perhatian dari Aktivis Sosial Simeulue, Marwan, S.Sos, yang meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Menurut Marwan, para atlet telah menjalani proses latihan selama beberapa bulan dan berjuang membawa nama baik Simeulue pada ajang Pra PORA. Namun hingga kegiatan berakhir, bahkan beberapa waktu setelahnya, mereka belum menerima hak yang sebelumnya dijanjikan.

“Para atlet telah memberikan prestasi terbaik untuk daerah. Mereka berhasil mengharumkan nama Simeulue dengan meraih enam medali emas, lima medali perak, dan tujuh medali perunggu. Karena itu, mereka layak mendapatkan perhatian dan penghargaan yang semestinya,” kata Marwan kepada media ini, Selasa (16/06/2026) kemarin.

BACA JUGA:  Plt Sekda Simeulue Bahas Peralihan Bekas Lapas Sinabang Dengan Kakanwil Kemenkumham Aceh

Ia menilai persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat memengaruhi semangat para atlet yang berhasil lolos ke ajang PORA mendatang. Selain itu, menurutnya, kondisi tersebut juga berpotensi mencoreng citra Simeulue yang baru saja menjadi tuan rumah pelaksanaan Pra PORA.

Marwan berharap Pemerintah Kabupaten Simeulue bersama pihak terkait segera mencari solusi agar hak para atlet dan pelatih dapat segera direalisasikan.

Sementara itu, Ketua IPSI Kabupaten Simeulue, M. Isa Arsalam, SE, membenarkan bahwa pembayaran hak para atlet dan pelatih belum dilakukan. Namun, menurutnya, usulan anggaran untuk pembayaran tersebut telah disampaikan kepada pemerintah daerah melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Simeulue dan direncanakan akan direalisasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Perubahan.

“Sudah kita ajukan ke KONI. Insya Allah nanti dibayarkan melalui anggaran perubahan. Kita juga sudah menyampaikan kepada adik-adik atlet terkait proses tersebut,” ujar M. Isa saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, total anggaran yang dialokasikan pemerintah melalui IPSI untuk persiapan menghadapi Pra PORA cabang pencak silat sekitar Rp129 juta. Anggaran tersebut mencakup kebutuhan atlet, termasuk pengadaan seragam dan sepatu.

BACA JUGA:  Dari 7 Lulus Catar Akpol Tingkat Daerah, Salah Satunya Anak Petani Nagan Raya

Namun, kata dia, sebagian anggaran terpaksa digunakan untuk kebutuhan persiapan yang telah dilakukan sejak tahun 2025. Saat itu, pelaksanaan Pra PORA yang semula dijadwalkan berlangsung pada November 2025 harus ditunda akibat bencana alam yang terjadi di Aceh.

“Pra PORA awalnya direncanakan bulan November 2025, tetapi ditunda karena bencana alam. Sementara atlet sudah menjalani persiapan, mulai dari latihan, konsumsi, karantina hingga biaya transportasi. Sebagian atlet juga merupakan mahasiswa yang kuliah di Banda Aceh, sehingga anggaran yang tersedia terpakai untuk kebutuhan tersebut,” jelasnya.

Meski demikian, pihak IPSI memastikan hak para atlet dan pelatih tetap menjadi perhatian dan akan diperjuangkan agar dapat dibayarkan melalui APBK Perubahan tahun ini. (Q)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *