Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Gerakan Brebes Asri: Menteri Lingkungan Hidup Pimpin Penanaman 2.045 Bibit Mangrove Cegah Abrasi

IMG 20260703 WA0008
Mentri Lingkungan Hidup  Moh Jumhur Hidayat bersama Wakil Bupati Brebes,Wurja serta rektor UHN Sudirman Said saat tanam bibit mangrove di pesisir pantai randusanga kulon.(Foto dok hariandaerah.com/Putra Zambase)

BREBES – Kawasan pesisir Pantai Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, menjadi lokasi aksi nyata pelestarian alam dalam kegiatan Gerakan Brebes Asri pada Jumat (3/7/2026). Penanaman pohon bakau ini dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Moh Jumhur Hidayat, sebagai wujud komitmen memperkuat ekosistem pesisir dan mencegah kerusakan lingkungan.

Turut mendampingi Menteri, Wakil Bupati Brebes Wurja, Sekretaris Daerah Tahroni, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mochamad Sodiq bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hadir pula Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal, Sudirman Said. Kegiatan ini diikuti antusias oleh nelayan, petani, mahasiswa UHN Tegal, serta masyarakat setempat yang ingin berkontribusi langsung bagi kelestarian alam.

Dalam sambutannya, Moh Jumhur Hidayat mengapresiasi konsistensi Pemkab Brebes menjalankan program Brebes Asri. Ia menegaskan penanaman mangrove bukan sekadar simbol penghijauan, melainkan benteng alami krusial untuk menahan abrasi dan intrusi air laut, serta menjaga keseimbangan ekosistem bagi kelangsungan hidup warga pesisir.

Menteri menambahkan, pemerintah berkomitmen mengoptimalkan pemulihan ekosistem lewat keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Pada kesempatan ini, sebanyak 2.045 batang bibit mangrove ditanam di pesisir Desa Randusanga Kulon.

Jumhur menyoroti peran strategis hutan bakau yang tidak hanya berfungsi menahan air laut, tetapi juga mampu menyerap emisi karbon dalam jumlah besar. Langkah ini dinilai sangat mendesak, mengingat data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa dari total 3,4 juta hektare lahan mangrove di Indonesia, sekitar 30 persen atau setara 770.000 hektare berada dalam kondisi rusak.

BACA JUGA:  Peran Literasi Digital Untuk Tingkatkan Penjualan dan Pemasaran di Era Digitalisasi

Merespons tingginya kerentanan di wilayah Pantura Jawa Tengah, pemerintah menyiapkan strategi khusus. Kendati rencana pembangunan tanggul laut raksasa masih dalam proses dan memerlukan waktu panjang, penanaman mangrove dipandang sebagai solusi yang harus segera dioptimalkan.

Selain masalah abrasi, pemerintah juga menyusun regulasi baru untuk mengatasi penurunan permukaan tanah akibat eksploitasi air tanah yang masif. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah mewajibkan penerapan konsep water farming bagi sektor perkantoran, perhotelan, dan pengguna air tanah di perkotaan. Penerapannya dilakukan melalui pembuatan sumur resapan biopori dan penanaman pohon agar air hujan dapat kembali meresap ke dalam tanah.

“Kehadiran berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa membuktikan bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama. Tanaman ini harus dipelihara, bukan hanya ditanam. Kelestariannya akan menjamin masa depan ekonomi masyarakat di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Wurja menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat dan berbagai pihak. Ia berharap kegiatan ini memicu kesadaran luas bahwa menjaga keasrian Brebes dimulai dari langkah nyata di lingkungan masing-masing. Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Menteri Lingkungan Hidup atas kehadiran dan semangat yang diberikan kepada masyarakat yang peduli lingkungan.

BACA JUGA:  Dewi Aryani Fasilitasi Ribuan Marbot Masjid dan Mushola di Tegal dengan Kartu BPJS Ketenagakerjaan

Rektor UHN Tegal, Sudirman Said, menegaskan komitmen pihaknya untuk ambil bagian dalam pelestarian lingkungan. Menurutnya, UHN aktif berpartisipasi dalam program nasional penanaman dua miliar pohon serta mendukung penuh program unggulan Gubernur Jawa Tengah “Mageri Segoro” melalui penanaman bibit mangrove di lokasi ini.

“Insyaallah, pada tahun 2045 nanti, pohon yang kita tanam hari ini akan menjadi inspirasi bagi wilayah lain. Ini adalah contoh sinergi nyata antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat,” harap Sudirman. Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran Menteri yang dinilai memberikan semangat tersendiri bagi semua pihak.

Suasana acara berlangsung penuh kebersamaan, di mana para peserta bahu-membahu menanam bibit mangrove di sepanjang garis pantai. Mereka juga berkomitmen mengawasi dan merawat tanaman agar tumbuh subur serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Randusanga Kulon dan Brebes secara umum.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *