Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Menteri Pangan Zulkifli Hasan Buka Festival Bawang Merah Brebes, Ribuan Warga Serbu Karnaval Kirab Gunungan

IMG 20260912 113503
Suasana riuh warga berebut hasil bumi dari gunungan bawang merah di Alun-alun Brebes, puncak kemeriahan Festival Bawang Merah 2026.(Foto hariandaerah.com/Putra Zambase)

BREBES — Menteri Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, secara resmi membuka perhelatan akbar Festival Bawang Merah Brebes, agenda tahunan yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Brebes. Kehadiran Menteri Pangan disambut langsung oleh Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M., Wakil Bupati Wurja, Sekretaris Daerah Tahroni, serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pejabat terkait.

Acara ini juga dihadiri Anggota DPR RI Wahyudin Nor Ali, Shintya Sandra Kusuma,Ketua ABMI Kabupaten Brebes serta Ketua Tani Merdeka, menandakan keterlibatan langsung pelaku utama di sektor pertanian dalam perhelatan yang menjadi urat nadi perekonomian daerah ini.

Pembukaan festival berlangsung sangat meriah dan menyedot ribuan warga yang memadati lokasi kegiatan pada Sabtu (12/9/2026). Kehadiran Menteri Pangan bersama pimpinan tertinggi daerah dan perwakilan petani menandakan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional, khususnya komoditas bawang merah yang menjadi penopang ekonomi ribuan keluarga di Brebes.

Dalam sambutan resminya, Bupati Paramitha menyampaikan pesan yang menyentuh sekaligus penuh harapan di hadapan para petani, pelaku UMKM, dan ribuan warga yang hadir.

“Para petani, pelaku UMKM, serta seluruh masyarakat Brebes yang saya banggakan. Hari ini saya berdiri di sini dengan rasa bangga. Karena yang kita rayakan adalah sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan Brebes: bawang merah,” ujar Bupati membuka sambutannya.

Bupati menegaskan, bawang merah mungkin terlihat sederhana. Namun di balik satu siung bawang, tersimpan hal-hal yang tidak terlihat mata: tanah yang digarap, keringat petani, keluarga yang menunggu hasil panen, serta harapan agar kehidupan mereka semakin baik.

“Itulah yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Bagi Bupati, festival ini bukan sekadar perayaan, melainkan titik tolak untuk memperkuat posisi para petani. “Saya ingin Bawang Merah Brebes Festival 2026 ini menjadi momentum untuk memperkuat posisi petani kita. Produksi harus semakin baik, kualitas harus semakin tinggi, teknologi harus semakin masuk ke pertanian, dan yang paling penting, petani harus mendapatkan harga dan pasar yang memberikan kepastian,” ungkap Paramitha.

BACA JUGA:  Pawai Pembangunan HUT RI Ke-79 di Lingga Berlangsung Meriah

Kabar gembira juga disampaikan: pada pembukaan festival ini, sekaligus dilakukan pelepasan ekspor bawang merah. Langkah ini membuktikan bahwa bawang dari Brebes mampu bersaing di pasar internasional. Namun Bupati mengingatkan, pekerjaan belum selesai.

“Kita harus terus membuka pasar, memperkuat kelembagaan petani, mendorong hilirisasi, dan membangun kerja sama yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Terkait prosesi karnaval kirab gunungan bawang merah, Bupati menjelaskan maknanya yang mendalam. “Gunungan bawang yang kita hadirkan hari ini juga punya makna. Ini adalah simbol rasa syukur atas hasil bumi dan penghormatan kita kepada para petani.”

Lebih jauh, Bupati ingin generasi muda Brebes tumbuh dengan kebanggaan identitas daerah. “Saya ingin anak-anak Brebes tumbuh dengan satu kebanggaan: bahwa daerahnya dikenal karena produk pertanian yang hebat, dan di balik produk itu ada petani yang dihargai.”

Di akhir sambutan, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama merawat bawang merah sebagai kekuatan ekonomi daerah. “Mari kita rawat bawang merah sebagai kekuatan ekonomi Brebes. Kita dorong bersama agar dari lahan pertanian sampai pasar dunia, nama Brebes semakin kuat.”

“Selamat menikmati Bawang Merah Brebes Festival 2026. Mari kita buktikan: Brebes Beres, petaninya sejahtera, ekonominya tumbuh, dan bawang merahnya semakin mendunia!” pungkas Bupati Paramitha.

Puncak kemeriahan terlihat saat prosesi Karnaval Kirab Gunungan Bawang Merah digelar. Rombongan kirab memulai perarakan dari Gedung Nasional dan berakhir di Panggung Kehormatan Alun-alun Brebes. Gunungan yang disusun dari tumpukan bawang merah dan hasil bumi lainnya diarak sepanjang rute yang telah ditentukan, disambut antusiasme luar biasa dari ribuan warga yang berdesakan di sepanjang jalan.

BACA JUGA:  Selama 5 Tahun Pemprov Riau Salurkan BKK Dengan Jumlah Signifikan

Bagi masyarakat, gunungan bukan sekadar tumpukan hasil bumi. Ia melambangkan rasa syukur atas melimpahnya hasil panen sekaligus harapan agar kesejahteraan petani terus meningkat, harga komoditas tetap stabil, dan ketahanan pangan terjaga dengan baik.

Kegembiraan semakin memuncak saat gunungan tiba di lokasi alun-alun Brebes. Warga dari berbagai usia berebut dengan penuh semangat untuk mendapatkan bagian dari hasil panen tersebut. Di tengah keriuhan itu, terlihat jelas semangat kebersamaan dan keakraban yang melekat di masyarakat Brebes. Banyak warga yang datang dari kecamatan jauh, membawa keluarga, dan berdesakan demi menyaksikan momen yang dinanti setiap tahun ini.

Kehadiran Menteri Pangan Zulkifli Hasan, didampingi pimpinan daerah sekaligus tokoh organisasi petani, menjadi sinyal kuat bahwa bawang merah Brebes memiliki peran strategis bagi ketahanan pangan nasional. Dukungan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi juga diterjemahkan ke dalam kebijakan nyata: menjamin harga yang layak bagi petani, memperkuat pasokan di pasar, memperbaiki sistem distribusi, serta meningkatkan kesejahteraan ribuan keluarga yang menggantungkan hidup dari komoditas ini.

Pemerintah Kabupaten Brebes pun terus berupaya mengembangkan festival ini agar tidak hanya menjadi agenda seremonial, melainkan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani, penguatan rantai pasok, serta promosi produk unggulan daerah ke pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *