SIMEULUE – Kabupaten Simeulue memiliki beragam objek wisata alam, bahari, budaya, dan ekowisata yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Potensi tersebut dinilai menjadi salah satu komoditas unggulan daerah yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Simeulue, Zulfata, mengatakan Kepulauan Simeulue memiliki destinasi wisata yang lengkap, mulai dari pantai, pulau-pulau kecil, lokasi selancar kelas dunia, hingga wisata budaya yang unik.
“Pariwisata Simeulue didukung oleh kekayaan sumber daya alam yang sangat potensial. Ombak kelas dunia untuk olahraga selancar, pantai berpasir putih, terumbu karang, keindahan bawah laut, serta budaya lokal menjadi daya tarik yang terus kami kembangkan sebagai komoditas unggulan daerah,” ujar Zulfata, Sabtu (04/07/2026).
Sejumlah objek wisata yang menjadi andalan Kabupaten Simeulue antara lain Pantai Busung, Pantai Ganting, Pantai Alus-alus, Pulau Siumat, Pulau Mincau, Pulau Asu, Pulau Babi, serta sejumlah titik selancar yang telah dikenal wisatawan mancanegara.
Selain itu, keindahan bawah laut dengan terumbu karang yang masih alami menjadikan Simeulue sebagai lokasi favorit untuk snorkeling dan menyelam.
Simeulue juga memiliki potensi ekowisata berupa kawasan mangrove, habitat penyu, dan keanekaragaman hayati laut yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Di sektor budaya, kearifan lokal Smong, kesenian tradisional, serta kuliner khas berbahan hasil laut menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
Menurut Zulfata, Pemerintah Kabupaten Simeulue terus berupaya meningkatkan promosi destinasi wisata, memperbaiki infrastruktur pendukung, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar sektor pariwisata semakin berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami berharap potensi wisata yang dimiliki Simeulue dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan kunjungan wisatawan, terbukanya lapangan kerja, serta tumbuhnya ekonomi lokal dengan tetap menjaga kelestarian alam dan budaya daerah,” tutup Zulfata. (*)














