Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Terpilih Aklamasi, Dr. Silahuddin, M.Ag. Kembali Pimpin APDOK PAI Periode 2026–2029

IMG 20260801 WA00031
Terpilih Aklamasi, Dr. Silahuddin, M.Ag. Kembali Pimpin APDOK PAI Periode 2026–2029.hariandaerah.com./foto.muhadar

SALATIGA – Dr. Silahuddin, M.Ag. kembali dipercaya memimpin Asosiasi Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam (APDOK PAI) Indonesia untuk periode 2026–2029. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) VI APDOK PAI yang digelar di Hotel Laras Asri, Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

Kepercayaan tersebut menjadi puncak pelaksanaan Munas VI APDOK PAI yang mengusung tema “Re-imagining Pendidikan Islam: Program Doktor PAI sebagai Episentrum Kolaborasi Global.” Kegiatan yang berlangsung pada 29–30 Juli 2026 itu diikuti oleh 24 Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Indonesia, dengan Pascasarjana UIN Salatiga sebagai tuan rumah.

Dalam sambutan usai terpilih kembali, Dr. Silahuddin menegaskan bahwa APDOK PAI harus terus menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam dalam menghadapi dinamika dan tantangan pendidikan tinggi.

“Banyak hal yang dapat kita selesaikan kalau kita maju bersama dan saling mendukung. Di tengah berbagai tantangan dalam pengelolaan Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam saat ini, APDOK PAI harus tampil sebagai wadah yang mempersatukan dan menghubungkan agar kita dapat bersama-sama maju demi kemajuan Pendidikan Agama Islam di Indonesia,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh anggota APDOK PAI untuk memperkuat semangat kebersamaan, memperluas jejaring akademik, serta membangun budaya saling berbagi pengalaman dalam pengembangan program studi. Menurutnya, berbagai tantangan yang dihadapi perguruan tinggi hanya dapat dijawab melalui kolaborasi yang kuat antarlembaga.

Dalam laporan pertanggungjawaban kepengurusan, Dr. Silahuddin menyampaikan bahwa selama periode pertama kepemimpinannya, APDOK PAI telah mengembangkan berbagai bentuk kerja sama untuk mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan seminar nasional dan internasional, penelitian bersama, publikasi ilmiah kolaboratif, pertukaran narasumber, penguatan jejaring akademik, serta berbagai program yang berorientasi pada peningkatan mutu Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam.

BACA JUGA:  Relawan Deklarasikan Maesyal - Intan di 29 Kecamatan Untuk Tangerang Semakin Gemilang

“APDOK PAI hadir sebagai wadah kolaborasi antarprogram studi doktor. Sinergi yang telah dibangun menjadi modal penting untuk memperkuat kualitas pendidikan doktor sekaligus meningkatkan kontribusi Pendidikan Agama Islam bagi masyarakat,” katanya.

Selama dua hari pelaksanaan Munas, para peserta membahas berbagai isu strategis yang dihadapi Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam, di antaranya implementasi instrumen akreditasi LAMDIK 0.3, pengembangan Kurikulum Outcome Based Education (OBE) pada jenjang doktor, penguatan sistem penjaminan mutu, perluasan kerja sama nasional dan internasional, peningkatan kualitas publikasi ilmiah, hingga strategi penguatan tata kelola program studi di tengah dinamika kebijakan pendidikan tinggi.

Sebelumnya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Salatiga, Prof. Dr. Miftahuddin, M.Ag., saat membuka Munas menegaskan bahwa Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam harus menjadi pusat lahirnya gagasan dan inovasi keilmuan yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Program doktor harus menjadi ruang lahirnya inovasi keilmuan yang mampu menjawab tantangan zaman. Kolaborasi antarlembaga menjadi kunci untuk memperkuat daya saing akademik sekaligus meningkatkan kontribusi Pendidikan Agama Islam di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Penasehat APDOK PAI Indonesia, Prof. Dr. Maragustam, M.A., menekankan bahwa keberadaan asosiasi memiliki posisi strategis dalam meningkatkan kualitas Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam di Indonesia. Menurut Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut, APDOK PAI tidak boleh hanya menjadi organisasi yang menyelenggarakan pertemuan tahunan, tetapi harus menjadi motor penggerak kolaborasi akademik yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya.

Ia juga mengingatkan bahwa di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang dihadapi banyak Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), semangat kolaborasi justru harus semakin diperkuat.

BACA JUGA:  Pemko Langsa Distribusi Logistik Pilchiksung: Pastikan Demokrasi di Gampong Sukses

“Kita tahu saat ini perguruan tinggi menghadapi tantangan efisiensi anggaran. Namun kondisi tersebut tidak boleh menghalangi kita untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan akademik yang produktif. Banyak hal yang dapat kita lakukan bersama tanpa membutuhkan biaya besar, tetapi memiliki manfaat yang nyata bagi pengembangan program studi dan peningkatan mutu Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ungkapnya.

Prof. Maragustam menambahkan bahwa Program Doktor Pendidikan Agama Islam memikul tanggung jawab strategis dalam melahirkan pemikir, akademisi, dan intelektual Muslim yang mampu menawarkan solusi atas berbagai persoalan keumatan, kebangsaan, hingga tantangan global. Karena itu, APDOK PAI perlu terus memperkuat budaya riset, publikasi ilmiah, dan kerja sama lintas perguruan tinggi sebagai fondasi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.

Selain memilih Ketua Umum APDOK PAI periode 2026–2029, Munas VI juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis bagi penguatan tata kelola Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam di Indonesia. Forum tersebut juga menetapkan bahwa Pertemuan Tahunan dan Munas VII APDOK PAI akan diselenggarakan di Pulau Sumatra dengan UIN Imam Bonjol Padang sebagai tuan rumah.

Terpilihnya kembali Dr. Silahuddin secara aklamasi mencerminkan kuatnya kepercayaan anggota terhadap kepemimpinan APDOK PAI selama periode sebelumnya. Dengan kepengurusan yang baru, APDOK PAI diharapkan semakin memperkuat sinergi antarpogram studi, memperluas kolaborasi di tingkat nasional maupun internasional, serta menjadikan Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam sebagai episentrum pengembangan ilmu, riset, dan inovasi bagi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia.(muh)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *