Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Daerah  

MPU Aceh Utara Saweu Sikula, Tanamkan Nilai Akhlak dan Karakter Generasi Muda

IMG 20260916 WA0002
MPU Aceh Utara Saweu Sikula, Tanamkan Nilai Akhlak dan Karakter Generasi Muda.hariandaerah.com/foto ist

ACEH UTARA – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Utara terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembinaan moral dan pendidikan generasi muda. Melalui program tambahan tahun 2026 bertajuk Saweu Sikula, MPU melakukan kunjungan silaturahmi ke sejumlah sekolah tingkat SMP sederajat dan SMA sederajat di wilayah Kabupaten Aceh Utara guna menyerap aspirasi sekaligus memberikan pembinaan kepada guru dan siswa.

Kegiatan Saweu Sikula yang berlangsung pada Selasa (15/9/2026) pukul 10.00 WIB itu diawali dengan kunjungan ke SMP Negeri 1 Nisam. Program tersebut bertujuan melihat secara langsung kondisi guru dan peserta didik dalam proses belajar mengajar di tengah derasnya arus perkembangan teknologi informasi yang semakin sulit dibatasi.

Dalam kunjungan tersebut, hadir Sekretaris Komisi A MPU Kabupaten Aceh Utara, Tgk. Dr. Abdullah, S.HI., M.A., sebagai narasumber. Ia didampingi Kasubbag Hukum, Persidangan dan Humas Sekretariat MPU Aceh Utara, Bakillani, S.H., M.H., beserta sejumlah staf sekretariat. Rombongan disambut Kepala SMP Negeri 1 Nisam, Zulkifli Syama’un, bersama seluruh guru dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah tersebut.

BACA JUGA:  Petugas Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Aceh Utara, Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Di hadapan para guru dan siswa, Tgk. Abdullah menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia pendidikan saat ini. Menurutnya, selain krisis ekonomi, Indonesia juga sedang menghadapi krisis keteladanan (‘adamu al-qudwati) dan krisis moral. Krisis keteladanan, kata dia, terjadi ketika sebagian pendidik lebih pandai memberikan teori daripada menunjukkan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, krisis moral terlihat dari masih ditemukannya berbagai perilaku negatif di kalangan pelajar, seperti ketidakjujuran, kurangnya kepatuhan terhadap aturan sekolah, perundungan (bullying), kebiasaan merokok, hingga membawa telepon genggam ke sekolah tanpa kebutuhan yang jelas. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya pendekatan pendidikan yang berlandaskan kasih sayang, ketulusan, dan penghormatan terhadap martabat peserta didik.

“Guru hendaknya memperlakukan murid dengan penuh cinta dan menjadikannya sebagai sahabat dalam proses pendidikan. Rasulullah SAW memberikan teladan bagaimana membangun kedekatan dengan peserta didik melalui penghormatan dan kasih sayang,” ujar Tgk. Abdullah. Menurutnya, hubungan yang baik antara guru dan murid akan menciptakan lingkungan belajar yang sehat serta membentuk karakter yang kuat.

BACA JUGA:  Konsisten Berantas Narkoba, Petugas Lapas Meulaboh Jalani Tes Urine

Dalam sesi dialog, tim MPU juga menerima berbagai masukan dan keluhan dari para guru terkait tantangan pendidikan di sekolah. Menanggapi pertanyaan mengenai perlindungan hukum bagi guru dalam menjalankan tugas pendidikan, Tgk. Abdullah menjelaskan bahwa MPU terbuka menerima konsultasi hukum dari masyarakat. Namun, untuk persoalan advokasi dan penyelesaian sengketa pendidikan di sekolah merupakan ranah Majelis Pendidikan Daerah (MPD).

Di akhir kegiatan, ia mengingatkan para pendidik agar tidak terjebak pada perdebatan metode pembelajaran semata. “Tidak ada metode yang paling baik, yang ada adalah guru yang baik. Dari guru yang baik akan lahir murid yang baik, karena ruh dan keteladanan guru akan turun kepada muridnya. Tanamkan pula kepada siswa bahwa kesuksesan tidak akan diraih tanpa ta’dhim dan penghormatan kepada guru,” tutupnya.(man)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *