Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Kunjungi Pesantren Al Hikmah 2 Benda, Menko Muhaimin Iskandar Tekankan Peran Pesantren Sebagai Pusat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

IMG 20261103 195439
Kedatangan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, disambut langsung oleh Wakil Bupati Brebes, Wurja, didampingi Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Brebes, Akhmad Saeful Ansori (akrab disapa Asep) <span>di lingkungan Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda.( Foto: hariandaerah.com)

BREBES — Pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan agama yang membentuk akhlak generasi muda. Lebih dari itu, pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak utama perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Pesan inilah yang disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dr. (H.C.) Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si., saat meninjau kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Kawasan Sosial Ekonomi Khusus Pesantren (KSEKP) di Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Selasa (3/11/2026).

Kedatangan Menko Muhaimin disambut oleh Wakil Bupati Brebes, Wurja, S.E., yang mewakili Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M. Kehadiran pemerintah pusat di lingkungan pesantren ini menjadi bukti nyata penguatan sinergi antara pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan kepedulian sosial di Kabupaten Brebes.

Dalam arahannya, Menko Muhaimin menegaskan bahwa pengembangan Kawasan Sosial Ekonomi Khusus Pesantren bertujuan menjadikan pesantren tidak hanya sebagai pusat pembinaan karakter, tetapi juga pusat penggerak ekonomi yang membuka lapangan kerja, mendorong kemandirian, dan memperluas manfaat pembangunan bagi warga sekitar.

“Pesantren harus mampu berdiri di atas kakinya sendiri dan mengangkat ekonomi masyarakat sekitarnya. Ini bukan sekadar mimpi, tapi ikhtiar yang terus kita bangun bersama,” ujar Muhaimin.

Di kesempatan itu, pemerintah pusat menyerahkan berbagai bentuk bantuan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, meliputi dukungan biaya pendidikan, fasilitas air bersih, pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL), lahan pengembangan perkebunan kopi, serta paket kebutuhan pokok bagi warga sekitar pondok. Bantuan ini dirancang agar mencakup kebutuhan dasar sekaligus pengembangan ekonomi produktif yang berkelanjutan.

BACA JUGA:  KKP Tinjau Lokasi Ketiga Kampung Nelayan Merah Putih di TPI Pulolampes

Sementara itu, Wakil Bupati Brebes, Wurja, S.E., dalam sambutannya mewakili Bupati Brebes, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat yang telah menjadikan Brebes sebagai lokasi kegiatan pemberdayaan berbasis pesantren.

“Pesantren adalah tempat anak-anak belajar ilmu, akhlak, kedisiplinan, dan kemandirian. Ketika kekuatan pendidikan ini bertemu dengan pengembangan usaha produktif, manfaatnya akan terasa bagi keluarga dan lingkungan sekitar,” tegas Wurja menyampaikan pesan Bupati.

Bupati Brebes menilai kegiatan ini merupakan pertemuan dua kekuatan besar: pendidikan sebagai jalan memutus rantai kemiskinan, dan ekonomi produktif sebagai sarana meningkatkan kesejahteraan. Melalui pendampingan pengolahan kopi, para petani, pelaku UMKM, dan pesantren di wilayah selatan Brebes diharapkan dapat membangun kemitraan yang kuat, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas akses pasar.

“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti pada penyerahan bantuan saja. Semua ini harus berlanjut menjadi kerja nyata. Pesantren dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat, petani mendapatkan pendampingan dan akses pasar yang lebih baik, serta usaha kecil tumbuh dengan pengelolaan yang kuat,” ujar Bupati Brebes.

BACA JUGA:  Peringati Hari Anak, Mellani Titipkan Mimpi Aceh Kepada Anak-anak Rumoh Seujahtra Aneuk Nanggroe

Pemerintah Kabupaten Brebes berkomitmen memperkuat kerja sama dengan pemerintah pusat, lembaga pesantren, dunia usaha, perbankan, dan berbagai elemen masyarakat agar program pemberdayaan berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan. Dukungan pendidikan, termasuk bagi penerima Program Indonesia Pintar (PIP), juga akan terus dikawal agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama mengembangkan potensinya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Brebes, Ahmad Saeful Anshori, serta Bupati Tegal, Ischak. Kehadiran para pemimpin daerah ini memperkuat semangat kolaborasi lintas wilayah dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren.

Dari lingkungan Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda, harapan terus tumbuh: pesantren tidak hanya melahirkan generasi yang berilmu dan berakhlak, tetapi juga menjadi sumber kekuatan ekonomi yang nyata manfaatnya bagi masyarakat luas. Sebab pemberdayaan yang sejati bukan hanya tentang bantuan hari ini, melainkan tentang kesempatan, kemandirian, dan masa depan yang dibangun bersama.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *