BREBES — Sebuah bus antarkota jurusan Madura–Jakarta milik PO Gunung Harta hangus terbakar di ruas Tol Pemalang–Brebes, tepatnya di Kilometer 263 arah Jakarta, pada Selasa malam, 3 November 2026. Peristiwa yang menegangkan ini berakhir tanpa korban jiwa berkat evakuasi cepat pengemudi dan respons sigap petugas pemadam kebakaran. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Brebes, Dr. Caridah, M.Pd., mengapresiasi kinerja jajarannya yang mampu menuntaskan kebakaran dengan cepat dan aman.
Kebakaran pertama kali teramati sekitar pukul 23.45 WIB, ketika api mulai muncul dari bagian mesin di belakang bus. Angin yang kencang membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke seluruh kabin kendaraan. Berkat kewaspadaan pengemudi, seluruh 28 penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat sebelum api melalap kendaraan.
Petugas pengelola jalan tol langsung menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Brebes. Laporan diterima pukul 23.52 WIB, dan tim berangkat menuju lokasi dua menit kemudian. Dengan jarak tempuh sekitar 6 kilometer namun kondisi lalu lintas padat sepanjang 3 kilometer, petugas tiba di lokasi pukul 00.10 WIB.
Pemadaman langsung dimulai pukul 00.11 WIB yang melibatkan personel Damkar Induk Brebes, Pos Tanjung, BPBD, dan kepolisian, dengan dua unit armada berkapasitas 4.000 liter dan 5.000 liter, serta satu unit mobil suplai air dari BPBD. Proses pemadaman berlangsung selama lebih dari satu jam dan dinyatakan tuntas pukul 01.15 WIB. Salah satu kendala yang dihadapi adalah selang yang bocor saat operasi berlangsung.
Dalam keterangannya kepada awak media, Dr. Caridah menyampaikan bahwa penyebab kebakaran diduga bersumber dari kerusakan pada bagian mesin bus. Luas area yang terbakar sekitar 3×9 meter dengan kerugian mencapai Rp1,2 miliar. Pengemudi bus, Bapak Adi (47), warga Pemalang, menjadi saksi utama dalam penanganan di lokasi.
“Kami sangat bersyukur seluruh penumpang selamat. Prinsip kami di lapangan tetap satu: Pantang pulang sebelum padam. Meskipun ada kendala teknis, personel tetap berjuang hingga api benar-benar padam. Ini bukti nyata komitmen kami menjaga keselamatan masyarakat,” ujar Dr. Caridah.
Lebih lanjut, Dr. Caridah mengingatkan kepada seluruh pengusaha dan awak kendaraan umum agar rutin melakukan pengecekan kelayakan kendaraan sebelum menempuh perjalanan jauh. Pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi mesin dan sistem kelistrikan kendaraan sangat penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di tengah perjalanan.
“Keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama. Kerugian materi bisa diganti, namun nyawa tidak ternilai harganya. Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua,” harap Dr. Caridah.














