Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Bupati Brebes Resmikan SICS Expo 2026: Bawa Petani Bawang Merah Naik Kelas dan Semakin Sejahtera

IMG 20261108 061620
Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, berdialog langsung dengan para petani di sela kegiatan pembukaan Santani Integrated Crop Solution (SICS) Expo 2026 di Desa Banjaratma.(Foto hariandaerah.com) 

BREBES — Setiap butir bawang merah yang sampai ke meja masyarakat lahir dari perjuangan tak kenal lelah para petani. Mulai dari pengolahan lahan, perawatan tanaman, menghadapi serangan hama dan penyakit, hingga berjuang menghadapi ketidakpastian cuaca dan harga pasar. Kerja keras inilah yang menjadikan Kabupaten Brebes sebagai salah satu sentra utama produksi bawang merah sekaligus daerah dengan kekuatan luar biasa di sektor pertanian.

Semangat untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kesejahteraan petani menjadi pusat kegiatan Santani Integrated Crop Solution Expo 2026 (SICS Expo 2026), yang digelar di Lapangan Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, pada Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 1.200 petani bawang merah ini secara resmi dibuka oleh Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M. Kehadirannya menjadi bukti dukung nyata Pemerintah Kabupaten Brebes terhadap pengembangan pertanian modern yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

SICS Expo 2026 yang diselenggarakan PT Santani Agro Lestari menjadi ruang terbuka untuk edukasi, inovasi, sekaligus pertemuan langsung antara petani, pelaku usaha pertanian, distributor, dan para pemangku kepentingan. Di sini, petani diperkenalkan berbagai produk perlindungan tanaman, nutrisi pertanian, serta solusi pengendalian hama dan penyakit yang diharapkan membantu meningkatkan kualitas maupun kuantitas hasil panen, terutama komoditas bawang merah.

Kegiatan ini bukan sekadar pameran produk pertanian. Lebih dari itu, menjadi sarana berbagi pengetahuan tentang pemilihan sarana produksi yang tepat, penggunaan nutrisi tanaman secara berimbang, penerapan perlindungan tanaman terpadu, serta pengelolaan usaha tani yang lebih efektif dan efisien.

Dalam sambutannya, Bupati Paramitha menegaskan bahwa pertanian bukan sekadar sektor ekonomi, melainkan jantung kehidupan masyarakat Brebes. Ribuan keluarga menggantungkan harapan dan masa depan mereka pada hasil yang dipanen dari sawah dan ladang.

“Brebes hidup dan tumbuh bersama pertanian. Banyak keluarga di sini menghidupi anak dan keluarganya dari lahan pertanian. Dari keringat para petani itulah, bawang merah Brebes dikenal luas dan menghidupi banyak orang,” ujar Bupati.

Keberhasilan sektor pertanian, lanjutnya, tidak hanya diukur dari seberapa besar hasil panen, tetapi seberapa sejahtera petani di baliknya.

BACA JUGA:  Ucapkan Selamat, Kakankemenag Harap Pj. Bupati Aceh Barat Dapat Membangun Aceh Barat Dalam Bingkai Keberagaman

Bupati mendorong para petani untuk terus berani berinovasi dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi pertanian. Tantangan di depan mata semakin nyata: perubahan iklim, serangan organisme pengganggu tanaman, kenaikan biaya produksi, hingga fluktuasi harga pasar. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan, akses terhadap teknologi, serta ketersediaan sarana produksi yang tepat mutlak diperlukan agar petani tidak hanya bertahan, tetapi semakin berdaya saing.

“Saya ingin petani kita semakin maju. Punya pengetahuan yang cukup, akses terhadap teknologi, serta dukungan sarana produksi yang tepat sasaran,” tegasnya.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada PT Santani Agro Lestari yang menghadirkan SICS Expo 2026 tepat di tengah kawasan sentra pertanian. Kegiatan ini dinilai sebagai wujud kepedulian dunia usaha dalam mendukung peningkatan kapasitas petani.

Melalui pameran dan demonstrasi langsung di lapangan, petani dapat melihat, mempraktikkan, dan bertanya langsung tentang berbagai solusi pertanian yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

Bupati berharap inovasi yang diperkenalkan tidak berhenti di ajang pameran semata, tetapi benar-benar diterapkan di ladang dan memberikan dampak langsung pada peningkatan hasil panen.

“Kegiatan seperti ini penting karena petani bisa belajar langsung, bertukar pengalaman, dan mengenal solusi pertanian yang terintegrasi,” katanya.

Penerapan nutrisi tanaman yang berimbang serta perlindungan tanaman terpadu, menurut Bupati, adalah dua hal kunci yang tidak boleh diabaikan. Keduanya menentukan kesehatan tanaman, ketahanan terhadap hama, serta kualitas hasil panen akhir. Bagi petani bawang merah, pemahaman ini sangat vital agar biaya yang dikeluarkan tidak sia-sia dan keuntungan yang diperoleh semakin optimal.

“Semoga pemahaman tentang nutrisi tanaman dan perlindungan yang tepat membantu petani meningkatkan hasil, menjaga kualitas, sekaligus menekan biaya produksi,” harapnya.

Bupati juga menyoroti hal yang sering menjadi keresahan bersama: melimpahnya hasil panen belum tentu menjamin kesejahteraan jika petani masih dihadapkan pada ketidakpastian harga dan akses pasar.

Oleh karena itu, ia mendorong terbentuknya kemitraan yang kokoh dan berkelanjutan antara penyedia sarana produksi, distributor, pemerintah daerah, penyuluh, dan kelompok tani. Kerja sama ini tidak boleh berakhir saat pameran selesai, tetapi harus terus berupa pendampingan teknis, edukasi budidaya, serta perluasan akses pasar.

BACA JUGA:  Jembatan Sitanggal Dikebut, Bupati Paramitha: Akses Warga Kembali Normal Sebelum Natal

“Petani berhak mendapatkan pendampingan yang terus-menerus dan kepastian harga yang layak. Jangan biarkan mereka hanya bekerja keras, tanpa menikmati hasil yang pantas,” tegas Bupati.

Di sela kegiatan, Bupati Paramitha turut menyerahkan bantuan beras kepada 1.200 petani bawang merah yang hadir. Bantuan ini bukan sekadar bantuan pangan, melainkan simbol kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang paling giat bekerja menjaga ketahanan pangan daerah.

“Petani bukan sekadar produsen komoditas. Mereka adalah pilar utama yang menjaga ketahanan pangan, menggerakkan ekonomi desa, dan menjaga identitas Brebes sebagai daerah agraris. Perhatian kita terhadap mereka harus selalu ada, bukan hanya saat panen raya, tetapi di setiap musim,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat bertani dan berinovasi. Pemerintah Kabupaten Brebes berkomitmen terus mendukung terwujudnya pertanian yang produktif, berdaya saing, dan menyejahterakan masyarakat.

“Mari kita jaga semangat bertani. Pemerintah Kabupaten Brebes akan terus mendorong pertanian yang maju, modern, dan adil bagi petani,” pesannya.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Bupati Brebes secara resmi membuka SICS Expo 2026, berharap kegiatan ini menjadi awal kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat tani demi masa depan pertanian Brebes yang lebih cerah.

Hadir dalam kegiatan ini jajaran direksi PT Santani Agro Lestari dan PT Santani Agro Perkasa, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Brebes, Camat beserta jajaran Forkopimcam Bulakamba, Kepala Desa Banjaratma, para penyuluh pertanian, mitra usaha, distributor, serta ribuan petani bawang merah.

Semoga kolaborasi ini terus tumbuh, karena ketika petani semakin sejahtera, maka Brebes pun semakin maju dan berkeadilan.

 

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *