Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Pencegahan Dan Penanganan Stunting, Dinkes Aceh: Pentingnya Peran Orang Tua Terhadap Gizi Buruk Anak

Stunting
Kabid Kemas Dinkes Aceh, dr. Sulasmi, MHSM. (Foto: hariandaerah.com/Herlin).

BANDA ACEH – Masalah stunting merupakan salah satu isu penting dalam dunia kesehatan anak-anak yang masih menjadi perhatian besar, khususnya anak-anak di negara terbelakang dan negara berkembang.

Hal tersebut disampaikan, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kemas) Dinas Kesehatan Aceh, dr. Sulasmi, MHSM saat dikonfirmasi hariandaerah.com diruang kerjanya, Senin (6/3/2023).

“Stunting adalah masalah tumbuh kembang anak yang ditandai dengan tinggi badan anak yang rendah, sementara berat badannya mungkin normal sesuai dengan usianya. Anak dikatakan stunting bila tinggi badannya tidak bertambah signifikan sesuai dengan usianya atau bila dibandingkan dengan tinggi badan yang anak itu dapatkan saat baru lahir,” kata Sulasmi.

Lebih lanjut Sulasmi menyampaikan, sementara untuk anak di bawah 5 tahun yang memiliki berat badan rendah atau sangat kurus dari usianya, itu disebut wasting. Anak menderita stunting dan wasting bila anak memiliki tubuh yang pendek/kerdil dan badannya juga sangat kurus, disertai adanya gangguan perkembangan otak dan keterlambatan kemampuan anak.

“Gangguan tumbuh kembang anak tersebut biasanya diakibatkan oleh gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi atau perawatan psikososial yang tidak memadai pada anak dari 1000 hari pertama sejak pembuahan sampai usia dua tahun,” ujarnya.

BACA JUGA:  Heboh, Penemuan Mayat Dalam Mobil di Terminal Keudah

Menurut Sulasmi, masalah stunting ini tentu akan berdampak buruk bagi kehidupan anak, termasuk gangguan sistem kekebalan tubuh, gagal tumbuh, masalah fungsi otak dan perkembangan organ, rentan infeksi, gangguan fisik dan mental, serta mengancam produktivitas dan fungsi hidup di masa depan.

“Apabila mencurigai gejala tersebut pada anak, mohon segera konsultasi ke dokter. Anda dapat memperbaiki kesehatan anak dalam 1,000 hari pertama kehidupannya sampai usia 2 tahun dengan memberi nutrisi terbaik untuk anak,” tuturnya.

Oleh karena itu, lanjut Sulasmi maka pada hal ini pentingnya peran orang tua untuk mencegah terjadinya gisi buruk tersebut. Jadi untuk pencegahannya, dengan memberikan buah hati nutrisi lengkap dan asupan bergizi. Nutrisi penting dan esensial untuk si Kecil adalah vitamin A, B kompleks, C, D, E, dan K, mineral kalsium, magnesium, fosfor, sulfur, sodium, kalium, dan klorida, protein, lemak sehat, karbohidrat, dan cairan.

“Setelah itu, orang tua disarankan memberi si Kecil susu bernutrisi yang  sesuai dengan usianya. Manfaat susu untuk menjaga sistem imun, mendukung pertumbuhan tulang dan gigi, memproduksi energi, menutrisi otak, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara keseluruhan,” jelas Kabid Kemas Dindes Aceh itu.

BACA JUGA:  Gelar Peringatan Maulid, Ramli MS: Kita Harus Ingat Perjuangan Soekarno Yang Dititip Jiwa Patriot Oleh Sang Pencipta

Kemudian untuk penangananya pihaknya mengatakan,  ada yang namanya spesifik dan  ada namanya sensitive.  yang spesifik ini dikerjakan oleh bidang kesehatan saja dengan secara langsung sedangkan yang sensitif ini di luar bidang kesehatan .

“Soal permasalahan di sini tidak bisa diselesaikan hanya dengan bidang kesehatan saja. Nah untuk intervensi yang spesifik ini hanya bisa mengungkit 30% yang  oleh kesehatan sementara yang sensitif  70% ini ditangani diluar bidang kesehatan, “ ungkapnya.

“yang diluar bidang kesehatan itu meliputi, bidang  JKA, BKKBN, Perikanan, Pertanian, Kehutanan dan PUPR. Untuk pasarannya merupakan sarana sepeti, sanitasi, akses air bersihnya,” sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kabid Kemas Dinkes Aceh mengharapkan, perlunya kesadaran orang tua dalam penangan stunting seperti, mengimunisasi anak setiap bulannya, dengan mecukupi nutrisi dan memberikan makanan tambahan terhadap tumbuh kembangnya si kecil.

“Kita berharap kedepan stunting di aceh dapat turun, sesuai yang kita targetkan, dimana Aceh itu sendiri menduduki peringkat satu  tertinggi di Sumatra,” harapnya.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *