Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
PKA 8  

Aceh Miliki Desainer Luar Biasa, Festival Fashion Show Meriahkan PKA Ke-8

fashion
Sekeretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Cut Nurmalita Saat Membuka Fashion Show yang Berlangsung di Amel Convention Hall, Selasa (7/11/2023) (Foto: hariandaerah.com/Herlin).

BANDA ACEH – Puluhan desainer dari 23 kabupaten/kota se-Aceh mengikuti Festival Fashion Show sesuai dengan tema “Rempahkan Bumi, Pulihkan Dunia” di Amel Convention Hall, pada 7-8 November 2023.

Festival fashion show ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8. Di sini, para desainer menampilkan elemen budaya daerah dengan sentuhan gaya modern.

Sekeretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Cut Nurmalita mengatakan, saat ini perkembangan dunia fashion di Aceh mengalami peningkatan dalam beberapa tahun ini.

Sebagai daerah yang kaya dengan budaya dan tradisi, Aceh memiliki potensi besar untuk menghasilkan tren fashion yang unik dan inovatif.

Nurmalita mengungkapkan saat memasuki ruangan, ia sempat melewati koridor sebelah kanan dan melihat boot desainer.

“Sangat luar biasa baju yang tampil di sana, dan tentu mereka harus diberikan apresiasi yang luar biasa kepada para desainer yang luar biasa,” kata Nurmalita, saat dijumpai awak media hariandaerah.com, Rabu (8/11/2023).

pka
Peserta Fashion Show Sesuai Dengan Tema “Rempahkan Bumi, Pulihkan Dunia” di Amel Convention Hall, pada 7-8 November 2023. (Foto: hariandaerah.com/Herlin).

Lebih lanjut, Nurmalita menjelaskan, kegiatan festival busana itu dibagi menjadi tiga kegiatan utama yaitu festival busana tradisi, festival busana kreasi, dan festival busana inovasi.

Pada festival busana tradisi mengangkat tema “delegasi of Aceh” atau warisan budaya daerah Aceh, dengan menampilkan ragam busana tradisi Aceh dari berbagai daerah di Aceh. Menurutnya, ini  menjadi sarana dalam menyampaikan pesan mengenai keindahan dan karakter tradisi masing-masing daerah atau etnis yang ada di Aceh.

Sedangkan festival busana kreasi, mengangkat tema “the culter” atau perayaan kebudayaan yang akan menampilkan pakaian yang digunakan sehari-hari dengan unsur kebudayaan Aceh, dan memiliki kesan yang lebih menarik.

Festival busana inovasi mengangkat tema “ordinary to ordinary”, maksudmya busana dengan kebudayaan Aceh yang diolah sekreatif mungkin dan turut mempertimbangkan isu tertentu, sehingga busana yang dihasilkan dapat menjadi solusi yang bermanfaat bagi pengguna maupun lingkungan disekitarnya.

pka
Peserta Fashion Show Sesuai Dengan Tema “Rempahkan Bumi, Pulihkan Dunia” Saat Tampil  Di PKA Ke-8 yang Berlangsung di Amel Convention Hall, pada 7-8 November 2023. (Foto: hariandaerah.com/Herlin).

Nurmalita melihat, Aceh kaya dengan wasta daerah yang menjadi modal para desainer lokal untuk mengembangkan produknya, bahkan sudah selayaknya dikembangkan dan menjadi kebanggaan Indonesia, khususnya masyarakat Aceh.

BACA JUGA:  Kapolda Aceh Apresiasi Kinerja Personel Polres Aceh Utara

“Kita sangat bangga tenun dari Aceh tampil di Paris Fashion week dan dikenakan Aril Tatum desain Didik Maulana,” tambahnya.

Tak hanya itu, kata dia, pada Agustus lalu salah satu tenun dari Aceh Timur, Palalo juga sudah mulai merambah ke kancah internasional.

“Kami berharap para desainer Aceh terus termotivasi untuk berkarya dan mengembangkan skill agar tidak tergurus modernisasi,” terangnya.

Nurmalita menjelaskan, kegiatan festival tersebut memiliki dampak yang luas biasa pada industri fashion, terutama busana muslim. Dimana saat ini industri fashion memiliki daya tarik diberbagai negara.

Pihaknya berupaya dengan seluruh model yang sudah dimiliki Aceh mampu membawa karya desainer ke ranah nasional dan internasional.

“Dunia ini sangat menuntut kreativitas, inovasi, kolaborasi yang disusun berdasarkan riset dan pengetahuan para desainer,” ucapnya.

pka
Peserta Fashion Show Sesuai Dengan Tema “Rempahkan Bumi, Pulihkan Dunia” Saat Tampil  Di PKA Ke-8 yang Berlangsung di Amel Convention Hall, pada 7-8 November 2023. (Foto: hariandaerah.com/Herlin).

Selain itu, ia juga melihat fashion di Aceh sudah sangat bagus dan memiliki nilai kretivitas luar biasa, bahkan karya dari mereka juga sudah dipasarkan.

“Saya akan sangat salut jika mereka konsen untuk menampilkan kekhasan Aceh pada desainnya,” tutur Nurmalita.

Nurmalita juga berharap pada ajang festival fashion ini pihaknya mencoba agar desainer Aceh lebih dikenal lagi, juga mampu memotivasi desainer baru supaya mereka mampu meningkatkan lagi kreativitasnya demi merangkai budaya Aceh yang luar biasa.

Untuk mewujudkan harapan itu, Nurmalita menyebutkan desainer Aceh terutama yang baru bergabung di dunia fashiom harus terus mengasah kreativitasnya, agar tidak kalah bersaing dan mampu dilirik.

“Mereka juga harus mampu memanfaatkan budaya dan apa yang ada di Aceh,” pungkasnya.

Sementara itu, pada perhelatan PKA ke-8 itu yang dihiasi berbagai macam kegiatan salah satunya Aceh Fashion Festival 2023 atau festival busana, pada kesempatan itu, Kabupaten Aceh Besar berhasil meraih juara I Aceh Fashion Festival tahun 2023 yang digelar di Amel Convention Hotel, Ulee lhee, Kamis (9/11/2023).

BACA JUGA:  Menabalkan Budaya Rempah Aceh ke Dunia Melalui PKA ke-8

Peserta Aceh Fashion Festival 2023 menampilkan presentasi dan runway lomba busana tradisi yang di ikuti oleh 23 Kabupaten/kota di Provinsi Aceh, Aceh Besar berhasil merai nilai 495 dan ditetapkan sebagai sang jawara oleh dewan juri yang terdiri dari Yeni maulidar SH, Hermansyah MTH MHum, Nana Havizar dan Herawati sanusi.

pka
Peserta Aceh Besar Fashion Show Juara I Di PKA Ke-8 yang Berlangsung di Amel Convention Hall, pada 7-8 November 2023. (Foto: hariandaerah.com/Herlin).

Diurutan kedua ada Kota lhokseumawe yang meraih nilai 493,5, diurutan ketiga Kabupaten Bener meriah dengan perolehan nilai 492, Kota Sabang menjadi juara harapan I dengan total nilai 451, disusul Aceh Tengah sebagai juara harapan 2 dengan nilai 449,5, Kota Langsa mendapat titel dengan Make Up terbaik dan Kababupaten Bireun didapuk sebagai penyajian dan peragaan terbaik dab Kabupaten Abdya keluar sebagai juara favorit.

Kabupaten Aceh Besar tampil dengan nomor urut 9 menampilkan busana tradisi adat dari Aceh Besar dengan khas warna Merah, Kuning, Hijau.

“Pakaian dari peserta Aceh Besar semuanya dibuat dari tangan tanpa adanya bantuan mesin alias handmade” ungkap Teuku Raden Sulaiman atau yang akrab disapa Ampon, penanggung jawab lomba Aceh Fashion Festival PKA 8.

Ia menuturkan, presentasi dan runway lomba busana kreasi diikuti 10 peserta peragaan serta dihadiri 18 desainer sedangkan presentasi dan runway lomba busana inovasi diikuti 10 peserta peragaan  desainer terdiri dari 3 orang desainer.

“Semua jenis aksesoris yang ada pada busana memiliki makna atau nilai sejarahnya,” terangnya singkat.

Pasangan model pada Aceh Fashion Festival 2023 Runway Busana Tradisi yaitu Ulya Munawarah dan Ghufran menampilkan Runway selama tiga menit dengan presentasi satu menit. (Adv).

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *