KOTA LANGSA – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Keumuneng Langsa kini fokus pada pemulihan kerusakan yang sangat kompleks dan saling berkaitan sehingga matinya sistem produksi, Minggu (07/12/2025).
Hal tersebut mengakibatkan terhentinya air bersih bagi masyarakat di Kota Langsa pasca banjir sejak Rabu (26/11/2025) minggu lalu.
Kabag Teknik PDAM Langsa, Samsul Bahri ST menyampaikan, bahwa saat ini pendistribusian air bersih sudah normal kembali. Sedangkan perbaikan masih berlanjut di Boste Langsa Lama dalam proses perbaikan pompa dan elektro motor.
“Air sudah beberapa hari normal, tetapi ada kendala elektro motor shot sudah diganti yang baru, namun arus PLN sering padam,” ucap Samsul Bahri kepada hariandaerah.com.
Sebagian masyarakat dalam wilayah Kota Langsa sudah mulai menikmati air bersih sejak tanggal 01 Desember 2025 lalu karena dalam tahap beroperasi pompa.
Samsul menjelaskan, bahwa banjir ekstrem yang melanda Kota Langsa menyebabkan sistem produksi dan distribusi air PDAM mengalami mati total pada fase awal kejadian.
“Hampir seluruh peralatan utama, mulai dari intake, pompa hulu – hilir, elektromotor, panel listrik, hingga jalur perpipaan terendam banjir, tertutup lumpur, tergeser, bahkan sebagian mengalami kerusakan berat,” terang Samsul.
Ia mengatakan, begitu air mulai surut, seluruh tim PDAM langsung bergerak melakukan pemulihan menyeluruh tidak terkecuali termasuk Direktur yang langsung menuju TKP.
“Namun prosesnya tidak dapat instan, karena tingkat kerusakan yang dihadapi sangat kompleks dan saling berkaitan,” kata Samsul.
Banyak pompa dan panel harus dikeringkan, dibersihkan, diuji kelayakan dan dipulihkan secara bertahap. Perpipaan di berbagai titik juga mengalami patah dan kebocoran akibat banjir ekstrem, bukan karena tekanan naik turun.
“Justru tekanan naik turun adalah dampak lanjutan dari situasi pasca banjir. Ini membuat air membutuhkan waktu lama untuk sampai ke ujung perpipaan,” ungkap Samsul Bahri.
Sementara itu, Direktur PDAM Langsa, T. Faisal SH menyampaikan, bahwa dirinya sendiri turun langsung ke lapangan melihat kondisi kerusakan dan petugas yang sedang melakukan perbaikan.
“Saya turun langsung ke lapangan dan memastikan semua tim bekerja. Kita semua sama-sama korban, tetapi kami tetap berjuang demi masyarakat,” ujar T Faisal sesuai rilis yang diterima awak media.
Direktur PDAM Langsa yang akrab disapa Faisal ini menegaskan komitmen penuh seluruh tim dari PDAM Langsa dalam pemulihan layanan pasca banjir.
“Saya melihat petugas rela meninggalkan kepentingan pribadinya demi memulihkan keadaan agar masyarakat mendapatkan air bersih kembali. Padahal kita semua sama-sama korban, dan rumah kita pun sama berlumpur,” bebernya dengan tegas.
Faisal juga mengatakan, bahwa apa yang dilakukan para petugas di lapangan adalah bentuk tanggung jawab moral, bukan hanya tugas kedinasan.
“Semua ini menjadi rintangan yang hanya dapat dirasakan petugas di lapangan yang bekerja siang malam tanpa henti,” pungkasnya.
Beberapa kendala teknis yang dialami PDAM Langsa pasca banjir untuk dapat menyediakan dan distribusi air bersih.
1. Listrik di Kota normal, namun hulu mengalami gangguan serius hingga membuat listrik hidup–mati berulang.
2. Kerusakan pada Station Booster Pump di unit Pelayanan Kecamatan karena Pompa Booster terendam banjir dan panel listrik rusak.
3. Gangguan Teknis lainnya juga muncul selama pemulihan, seperti:
* Listrik padam mendadak
* Pompa konslet akibat kelembapan
* Pintu intake tersumbat lumpur dan sampah
* Bak filter tersumbat ketika proses produksi
* Pipa pecah di berbagai titik, termasuk pipa induk besar di Desa Petow
* Kebocoran yang memperlambat tekanan air.














