BANDA ACEH – Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Aceh, Dr. M. Jafar, SH, M.Hum, melepas peserta pawai takbiran Hari Raya Idul Adha 1444 H di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.
Kegiatan ini merupakan Musabaqah Pawai Takbir Jalan Kaki yang diikuti oleh 40 grup, terdiri dari peserta asal Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Setiap grup terdiri dari 30 hingga 40 orang, dan mereka akan bersaing untuk memperebutkan total hadiah sebesar Rp38 juta.
Peserta akan mengikuti jalur yang telah ditentukan, dimulai dari depan Masjid Raya Baiturrahman, melewati Simpang Kodim, Jalan Tgk Chik di Tiro Peuniti, Simpang Surabaya, Simpang Jambo Tape, dan Jembatan Pante Pirak, sebelum kembali ke Masjid Raya Baiturrahman sebagai titik awal dan akhir pawai.
Dalam penilaian pawai, dewan juri akan mempertimbangkan beberapa aspek, antara lain adab, pakaian, hiasan kendaraan, jumlah peserta, kerapian barisan, serta aksesoris atau perlengkapan seperti bedug, rebana, dan spanduk. Selain itu, pembacaan takbir juga akan dinilai dari segi tajwid, fashahah, suara, dan lagu.
Pawai takbir jalan kaki ini berhasil memikat ribuan masyarakat Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, yang memadati seluruh jalan raya kota Banda Aceh untuk menyaksikan acara tersebut. Acara ini diadakan oleh Pemerintah Aceh sebagai bagian dari perayaan Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah.
Muhammad Erik, salah satu warga Gampong Cot Lamkuweh Kota Banda Aceh, turut berpartisipasi dalam pawai tersebut bersama istri dan dua anaknya.
Erik menjelaskan bahwa mereka sengaja keluar setelah Maghrib untuk menghindari kemacetan dan anak-anaknya sangat antusias ingin menyaksikan pawai takbir.
“Tadi ba’da Maghrib kami cepat-cepat keluar, biar gak terjebak macet. Anak-anak sangat antusias mau lihat pawai katanya. Ya kebetulan juga lagi libur, makanya saya langsung bergegas ke sini. Jalurnya kan lurus di sini. Jadi ya bisa lebih leluasa dan puas lihat pawai nanti,” ujar Erik.
Hal senada disampaikan oleh Reza. Warga Ulee Kareng ini sengaja membawa keluarganya ke kawasan Simpang Lima Banda Aceh karena ingin melihat pawai takbir yang sudah beberapa tahun tidak diselenggarakan Pemerintah dikarnakan adanya covid 19.
“Kan sudah lama gak ada pawai karna adanya covid 19, jadi ya keluarga ingin melihat pawai takbir. Sejak beberapa hari lalu anak-anak sudah antusias. Jadi ya saya bawa ke sini aja,” ujar Reza.
Acara pawai takbiran ini juga dihadiri oleh beberapa pejabat pemerintahan, termasuk perwakilan Forkopimda Aceh (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Aceh), Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh, Wali Kota Banda Aceh, dan Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKPRMI) Aceh. Mereka turut hadir dalam acara tersebut yang berlangsung di Pelataran Parkir Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.














