Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Aspal Bergelombang di Jalan A Yani Pringsewu Baru Diperbaiki Jadi Ancaman Bagi Pengendara Dinas PU Provinsi Lampung Dipersoalkan

Kondisi jalan bergelombang di ruas Jalan Ahmad Yani, Pringsewu Utara, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Minggu (7/9/2025). (Davit/Hariandaerah.com)

PRINGSEWU – Kondisi ruas Jalan A. Yani di Kelurahan Pringsewu Utara hingga ke arah Jalan Sidoarjo kembali menjadi perhatian publik. Jalan yang berstatus sebagai jalan provinsi itu baru saja diperbaiki dengan metode tambal sulam, namun hasilnya sudah menunjukkan kerusakan. Aspal bergelombang dan lubang yang menganga tampak di beberapa titik, menimbulkan ketidaknyamanan sekaligus membahayakan pengendara.

Ironisnya, kerusakan paling parah justru terlihat di jalur vital depan Mall Chandra Pringsewu. Sekitar 200 meter ruas jalan bergelombang parah. Baik pengendara roda dua maupun roda empat terpaksa melambat karena permukaan aspal tidak rata dan rawan tergelincir.

Jarwo, warga setempat, mengungkapkan keprihatinannya. Menurut dia, pekerjaan perbaikan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) belum lama ini sudah kembali rusak.

“Baru beberapa bulan diperbaiki, sekarang rusak lagi. Aspal dari tambalan malah jadi gundukan, kemudian terkelupas, akhirnya jalan bergelombang lagi,” ujarnya, Minggu (7/9/2025).

BACA JUGA:  Batas Anggaran Publikasi: Antara Kewajiban dan Kebebasan Pers di Pringsewu Bupati Diminta Tinjau 3℅

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai kualitas pengerjaan dan pengawasan. Pemeliharaan jalan yang dilakukan dengan metode tambal sulam oleh Dinas PU Provinsi Lampung diduga dilakukan secara asal-asalan, sehingga perbaikan tidak bertahan lama dan justru menimbulkan kerusakan baru.

Kondisi jalan yang bergelombang ini paling dirasakan oleh pengendara roda dua. Banyak motor yang kerap kehilangan keseimbangan saat melintas, terutama ketika melewati bagian jalan yang tidak rata. Tak jarang, kecelakaan terjadi di sepanjang ruas ini lantaran para pengendara berebut jalur yang dianggap lebih baik. Situasi tersebut semakin menambah risiko, terutama di jam-jam sibuk dengan lalu lintas padat.

Jika pola pemeliharaan jalan hanya sebatas formalitas penyerapan anggaran tanpa memperhatikan standar mutu, maka hasilnya akan selalu mengecewakan masyarakat. Jalan yang seharusnya menjadi penopang aktivitas ekonomi justru berubah menjadi titik rawan kecelakaan.

BACA JUGA:  Pemkab Pringsewu Salurkan Bantuan Pasca Kebakaran di Keputran

Kerusakan berulang ini menunjukkan perlunya evaluasi lebih mendalam terhadap tata kelola infrastruktur. Jalan provinsi merupakan fasilitas strategis yang idealnya dibangun dengan orientasi jangka panjang, bukan perbaikan sementara yang cepat rusak.

Masyarakat berharap Dinas PU Provinsi Lampung tidak hanya melakukan tambal sulam sebagai rutinitas tahunan, melainkan juga menyiapkan solusi permanen agar kualitas jalan benar-benar bisa dirasakan manfaatnya.

“Kalau dibiarkan, mobilitas warga jadi terhambat, bahkan bisa memakan korban kecelakaan,” tambah Jarwo.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PU Provinsi Lampung belum memberikan keterangan resmi mengenai kondisi jalan tersebut dan kualitas pekerjaan yang sudah dilakukan. ( Davit )

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *