Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Beri Kuliah Umum di UTU, Wamentan: Ketahanan Pangan Butuh SDM Handal

wamentan di utu
Wamentan RI. Harvick Hasnul Qolbi, saat berfoto bersama Rektor UTU. Dr. Ishak Hasan, M.Si, Pangdam IM. Mayor Jenderal TNI Mohamad Hasan, dan sejumlah jajaran wakil rektor UTU usai mengikuti Kuliah Umum di UTU, Selasa (1/11/2022).(Foto: Harian Daerah/Banta Sulaiman)

Aceh Barat – Ketahanan pangan membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal agar mampu mengurangi ketergantungan bahkan mensubstitusi bahan pangan yang selama ini didatangkan dari negara lain dengan sumber pangan yang sudah lama tersedia di negara Indonesia.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pertanian ( Wamentan ) Harvick Hasnul Qolbi saat memberikan kuliah umum di kampus Universitas Teuku Umar (UTU), Selasa (1/11/2022) dengan tema Membangun Sinergi Mewujudkan Ketahanan Pangan Menyambut Indonesia Emas Tahun 2045.

Menurut Wamentan Harvick, dampak nyata dari hal tersebut adalah diakibatkan perang negara Rusia-Ukraina yang menghambat rantai pasok komoditas gandum di berbagai negara termasuk republik Indonesia.

“UTU saya harapkan bisa berperan dan berkontribusi untuk hal-hal semacam itu. Bergiat di sektor pangan sehingga kedaulatan dan ketahanan pangan bisa diwujudkan,” kata Wamentan.

BACA JUGA:  Sesuai Intruksi, Pj Bupati Nagan Raya Sidak Diskominfotik Baik Halaman Maupun Ruangan Kantor

Lebih lanjut Wamentan juga menjelaskan bahwa capaian kinerja sektor pertanian selama ini menunjukkan prestasi yang membanggakan.

“Bayangkan bapak ibu, ekspor sektor pertanian tahun 2021 mencapai Rp 625,04 tiliun, tahun 2020 sebesar Rp 451,77 tiliun dan tahun 2019 Rp 390,16 tiliun. Jadi walaupun pandemi, ekspor naik terus,” sebutnya.

Gambaran tersebut, menurutnya, bahwa peran terhadap sektor pertanian dalam bidang ekomomi nasional sangat signifikan, Sehingga untuk menjaga kesinambungan prestasi tersebut, Kementerian Pertanian memiliki program regenerasi petani, mencetak sumber daya manusia dalam hal pertanian yang handal dan tangguh melalui petani yang di lakukan oleh kaum milenialm

“Target kami di tahun 2024 nanti akan lahir 2,5 juta orang petani milenial yang akan dilakukan pendampingan dan bimbingan, pelatihan, evaluasi, dan akses KUR,” katanya.

BACA JUGA:  Akibat Hewan Ternak Berkeliaran, Seorang Warga Simeulue Jadi Korban

Dr. Ishak Hasan, M.Si, selaku Rektor UTU juga mengungkapkan bahwa mahasiswa sebagai generasi muda adalah pewaris bangsa Indonesia. Oleh karena itu kampus nya berkomitmen dalam mencetak sumber daya manusia yang siap untuk mengembangkan potensi pertanian Indonesia.

“UTU menjadi center of excellence bagi seluruh anak bangsa. Kami terus merawat semangat walaupun baru 8 tahun bertansormasi menjadi kampus negeri dengan core-nya Agro and Marine,” Ungkap Ishak Rektor UTU.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *