Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Daerah  

Bernostalgia di SMP Negeri 1 Susoh, Bupati Safaruddin: Dulu Sekolah Ini Tidak Seperti Sekarang

"Dulu sekolah ini tidak seperti sekarang. Lapangan ini dulunya masih terbuka, kami sering bermain bola di sini. Tapi sekarang saya lihat SMP 1 Susoh sudah berkembang pesat. Ini semua berkat usaha para guru dan tenaga pendidik yang luar biasa," ujarnya.

IMG 20250315 144048 e1742024826694
Bupati Safaruddin menguji kemampuan menghafal Al-Qur'an siswa-siswi SMP Negeri 1 Susoh saat mengunjungi sekolah tersebut dalam rangka pembelajaran Ramadan dan Launching Buku Antologi Cerpen ke-4 SMP Negeri 1 Susoh

Aceh Barat Daya – Suasana penuh kenangan terasa di SMP Negeri 1 Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya, pada Sabtu (15/3/2025).

Bupati Aceh Barat Daya, Dr. Safaruddin, hadir dalam rangka kegiatan pembelajaran Ramadan sekaligus peluncuran buku antologi cerpen ke-4 karya guru dan siswa sekolah tersebut.

Kunjungan ini membawa Safaruddin kembali ke masa lalu saat dirinya masih berstatus sebagai siswa di sekolah tersebut.

Dengan penuh nostalgia, ia mengenang berbagai pengalaman masa remajanya di SMP Negeri 1 Susoh.

Dalam sambutannya, Bupati Safaruddin mengungkapkan betapa berbedanya kondisi sekolah saat ini dibandingkan dengan masanya dahulu.

“Dulu sekolah ini tidak seperti sekarang. Lapangan ini dulunya masih terbuka, kami sering bermain bola di sini. Tapi sekarang saya lihat SMP 1 Susoh sudah berkembang pesat. Ini semua berkat usaha para guru dan tenaga pendidik yang luar biasa,” ujarnya.

Tak hanya mengenang suasana sekolah, Safaruddin juga berbagi cerita tentang pengalaman pribadinya saat masih menjadi siswa.

Dengan nada bercanda, ia bertanya kepada para siswa apakah mereka tahu apa itu nostalgia. Ia menjelaskan bahwa nostalgia adalah mengenang masa-masa indah, tanpa mengingat yang buruk.

“Pertama kali merasakan jatuh cinta juga di sini,” ungkapnya, disambut tawa para hadirin. Ia mengenang masa-masa indah saat mulai mengenal perasaan terhadap lawan jenis.

Namun, ia juga menekankan bahwa pendidikan adalah hal utama yang harus diutamakan oleh para siswa.

Dalam kesempatan tersebut, Safaruddin memberikan pesan mendalam kepada para siswa untuk menjauhi narkoba dan judi online, dua ancaman besar bagi generasi muda saat ini.

BACA JUGA:  Peluncuran Program "Bulan Mamase" Dapat Apresiasi dari GMKI

“Jangan sampai ada yang mengenal narkoba. Dulu saya punya teman yang terjerumus ke dalamnya. Saya harap kalian tidak mengalami hal yang sama. Kenali bahayanya sejak dini, termasuk ganja, sabu-sabu, dan ekstasi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan gadget di kalangan siswa. Menurutnya, guru dan orang tua harus lebih aktif dalam memeriksa konten yang diakses oleh anak-anak.

“Setiap hari Jumat, guru harus memeriksa HP siswa. Jangan sampai ada yang terjebak judi online. Saat ini, judi online menjadi tantangan besar bagi kita semua,” katanya dengan nada serius.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pendidikan seks bagi remaja. Menurutnya, pendidikan ini harus diberikan dengan cara yang tepat agar siswa memahami makna cinta yang sesungguhnya, bukan sekadar nafsu belaka.

“Ketika kalian merasakan jatuh cinta, pikirkan bagaimana saling menghargai, bukan sekadar perasaan sesaat. Jika diterima, Alhamdulillah. Kalau tidak, ya menderita sebentar. Itu proses kehidupan,” ujarnya dengan senyum.

Safaruddin juga menekankan bahwa kesuksesan tidak datang dengan mudah. Ia menceritakan bagaimana dirinya dulu bukanlah siswa dengan peringkat teratas, namun melalui kerja keras, ia bisa mencapai posisinya saat ini.

“Saya bukan ranking 1 dulu, tapi saya berusaha. Banyak teman saya yang lebih pintar, tapi rezeki berkata lain. Jadi, kalian harus berjuang. Pendidikan itu penting, dan kalian harus siap menghadapi tantangan,” pesannya.

Ia juga menyoroti peran besar guru dalam membentuk karakter siswa. Ia mengenang pengalaman saat dirinya pernah ditampar guru karena membuat kegaduhan di kelas.

BACA JUGA:  Malam ini, Bank Aceh Action Expo UMKM Resmi Dibuka

“Dulu saya tiga kali ditampar guru karena main gendang di meja belajar. Tapi itu bentuk kedisiplinan. Sekarang, apakah masih ada guru yang menampar? Kalau ada, panggil ke sini,” ujarnya, disambut gelak tawa para hadirin.

Menurutnya, menghormati guru adalah salah satu kunci keberhasilan dalam menempuh pendidikan. Ia mengajak para siswa untuk lebih disiplin dalam belajar dan beribadah.

Tak hanya memberikan motivasi, Safaruddin juga berbagi rezeki dengan para siswa. Ia menguji kemampuan mereka dalam menyambung ayat Al-Qur’an dan memberikan hadiah bagi yang berhasil melakukannya.

Selain itu, ia juga memberikan penghargaan kepada siswa-siswa berprestasi, sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan kerja keras mereka dalam belajar.

Acara ini dihadiri oleh kepala sekolah SMP dan SD se-Kecamatan Susoh, serta berbagai undangan lainnya.

Peluncuran buku antologi cerpen ke-4 karya guru dan siswa SMP Negeri 1 Susoh menjadi bukti bahwa sekolah ini terus berkembang dalam bidang literasi dan pendidikan.

Di akhir acara, Bupati Safaruddin berharap agar para siswa terus bersemangat dalam belajar dan menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama dalam hidup mereka.

“Jadilah pribadi yang lebih baik dari saya. Masa depan ada di tangan kalian,” pungkasnya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *