SIMEULUE – Pemerintah Kabupaten Simeulue resmi menjalin kerja sama dengan STIKes Darussalam Lhokseumawe untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan dibuktikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Medan, Selasa (12/8/2026).
Penandatanganan MoU tersebut oleh Bupati Simeulue Mohammad Nasrun Mikaris. Turut dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR Aceh, Ihya Ulumuddin, Kabag Tata Pemerintahan, serta Wakil Ketua STIKes Darussalam Lhokseumawe Dr. Murniati bersama sejumlah pengurus.
Kerja sama tersebut memberikan kesempatan bagi ASN kesehatan, khususnya perawat dan bidan lulusan Diploma III (D3) serta tenaga kesehatan yang belum menempuh pendidikan profesi Ners, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 dan profesi Ners.
Bupati Simeulue Mohammad Nasrun Mikaris mengatakan, kerja sama tersebut menjadi babak baru dalam upaya meningkatkan kualitas sekaligus memberikan kemudahan bagi ASN, khususnya tenaga kesehatan bidang keperawatan dan kebidanan.
“Ini adalah babak baru dalam rangka memberikan kenyamanan bagi ASN Pemerintah Kabupaten Simeulue, terutama profesi kebidanan dan keperawatan,” kata Monas.
Menurutnya, dengan adanya MoU tersebut, ASN yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 maupun pendidikan profesi kini memiliki dasar kerja sama yang jelas.
“Sekarang sudah ada payung hukumnya. Jadi bagi ASN atau pegawai yang ingin mengikuti pendidikan lanjutan ke S1 maupun profesi, kini sudah bisa dengan surat tugas belajar karena sudah ada payung hukumnya,” ujarnya.
Bupati Monas mengaku menyambut baik terjalinnya kerja sama antara Pemkab Simeulue dan STIKes Darussalam Lhokseumawe tersebut.
“Saya sangat gembira bersama Ibu Murni, Wakil STIKes Darussalam, yang sudah bersama-sama menandatangani nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Simeulue dengan STIKes Darussalam Lhokseumawe,” katanya.
Ia menegaskan, peningkatan jenjang pendidikan ASN kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pengembangan karier, tetapi juga penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Jika nanti sudah mendapat level tertinggi strata S1, dapat terakomodir untuk meningkatkan status strukturalnya. Yang paling penting juga, anak-anak kita termasuk pegawai kesehatan dapat meningkatkan kualitas SDM kebidanan dan keperawatan,” tambah Monas. (*)














