Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Cegah Stunting dengan Protein Hewani, Berikut Manfaat Konsumsi Telur

Stunting
Kabid Kemas Dinkes Aceh, dr. Sulasmi, MHSM. (Foto: harianderah.com/Herlin).

BANDA ACEHStunting hingga kini masih menjadi masalah serius di Indonesia khususnya di Provinsi Aceh. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yang ditandai dengan tinggi badan yang tidak proporsional dengan usia anak pada umumnya.

Secara umum, kondisi stunting terjadi akibat kekurangan nutrisi yang cukup dalam masa pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama nutrisi makro seperti protein, karbohidrat, dan lemak, serta mikro seperti vitamin dan mineral.

Hal tersebut disampaikan, Kepala Dinkes Aceh, dr. Munawar, Sp. OG (K), melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat,dr. Sulasmi, MHSM kepada hariandaerah.com, Rabu (13/12/2023).

Dengan begitu, kata Sulasmi, penting bagi setiap orang tua untuk memperhatikan pemenuhan asupan nutrisi anak dengan baik. Salah satunya dengan memberikan makanan-makanan bergizi tinggi yang dapat mendukung perkembangan anak, seperti telur.

“Meskipun sederhana, namun terdapat berbagai manfaat konsumsi telur untuk cegah anak stunting secara efektif. Dalam hal ini, telur memiliki kandungan protein tinggi dan beragam vitamin hingga mineral yang baik untuk proses pertumbuhan anak. Selain itu, telur juga memiliki kandungan lemak sehat yang tak kalah penting untuk perkembangan fisik anak,” kata Sulasmi.

Selain memberikan konsumsi telur, setiap orang tua juga perlu memahami beberapa cara lain yang perlu dilakukan untuk mencegah risiko stunting pada anak. Mulai dari pemberian ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI, hingga memperhatikan kebersihan dan sanitasi.

Sebelum mengetahui manfaat konsumsi telur anak untuk cegah anak stunting, perlu dipahami terlebih dahulu berbagai gejala yang mengindikasikan kondisi anak stunting. Anak yang mengalami stunting dapat dilihat dari pertumbuhan tinggi badan, berat badan, perkembangan fisik, hingga kelemahan sistem kekebalan tubuh.

Dalam kesempatan tersebut, Sulasmi menyebutkan, beberpa gejala stunting pada anak yang perlu diperhatikan yakni tinggi badan lebih pendek dari teman sebaya. Anak yang mengalami stunting biasanya memiliki tinggi badan yang lebih pendek dari teman sebayanya yang seumur dan sejenis kelamin.

“Hal ini disebabkan oleh kekurangan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan yang optimal. Berat badan kurang, selain memiliki tinggi badan yang lebih pendek, anak yang mengalami stunting biasanya juga memiliki berat badan yang kurang dari teman sebayanya. Hal ini disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme dan pertumbuhan,” ujarnya.

Kemudian, kata Sulasmi, keterlambatan perkembangan fisik, anak yang mengalami stunting juga dapat mengalami keterlambatan perkembangan fisik seperti gigi yang tumbuh lambat, rambut yang tipis, dan kulit yang kering dan keriput.

BACA JUGA:  Tiba di Aceh, Irjen Achmad Kartiko Disambut Tari Ranup Lampuan

“Kelemahan sistem kekebalan tubuh, anak yang mengalami stunting juga dapat mengalami kelemahan sistem kekebalan tubuh karena kurangnya asupan nutrisi yang diperlukan untuk membangun sistem kekebalan tubuh yang kuat,” tuturnya.

Selanjutnya, masalah kognitif yakni anak yang mengalami stunting juga dapat mengalami masalah kognitif seperti kesulitan belajar dan berkonsentrasi. Kekurangan nutrisi pada masa pertumbuhan dan perkembangan anak dapat memengaruhi perkembangan otak dan memengaruhi kemampuan belajar anak.

Tak hanya itu, risiko tinggi terhadap penyakit kronis anak yang mengalami stunting juga berisiko lebih tinggi terhadap penyakit kronis di kemudian hari seperti diabetes, obesitas, dan penyakit jantung.

“Gejala stunting pada anak dapat bervariasi tergantung pada seberapa parah kekurangan nutrisi dan berapa lama kondisi tersebut berlangsung. Jika Anda mengkhawatirkan pertumbuhan anak Anda, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk evaluasi dan perawatan lebih lanjut,” pungkasnya.

Stunting
Dengan Makan Terus Dapat Mencegah Stunting. (Foto: hariandaerah.com/H).

Manfaat Konsumsi Telur untuk Cegah Stunting

Setelah mengetahui berbagai gejala stunting, berikutnya akan dijelaskan manfaat konsumsi telur untuk cegah stunting. Seperti disebutkan, telur adalah makanan sehat yang mengandung banyak nutrisi baik yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Berikut adalah beberapa manfaat konsumsi telur untuk mencegah stunting:

Sumber Protein Tinggi

Telur adalah sumber protein yang sangat baik dan lengkap, mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan perkembangan. Kekurangan protein dapat menyebabkan stunting pada anak-anak.

Sumber Vitamin D

Telur juga merupakan sumber alami vitamin D, yang penting untuk kesehatan tulang dan sistem kekebalan tubuh. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan pertumbuhan tulang yang tidak optimal dan berkontribusi pada stunting.

Sumber Vitamin B

Telur mengandung vitamin B kompleks, termasuk vitamin B12, folat, dan riboflavin, yang semuanya penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Kekurangan vitamin B dapat memengaruhi kesehatan sel darah merah, sistem saraf, dan metabolisme, yang semuanya mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan.

Sumber Mineral

Telur juga mengandung mineral penting seperti zat besi, seng, dan fosfor, yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang, otot, dan organ tubuh. Sumber Lemak Sehat: Telur mengandung lemak sehat seperti asam lemak omega-3, yang penting untuk perkembangan otak dan sistem saraf.

Kekurangan asam lemak omega-3 dapat mempengaruhi fungsi kognitif dan berkontribusi pada stunting.

Kombinasi nutrisi yang terkandung dalam telur membuatnya menjadi makanan yang sangat berguna untuk mencegah stunting pada anak-anak. Namun, penting untuk memperhatikan bagaimana telur dimasak dan disajikan. Telur yang dimasak dengan baik dapat membantu menghindari risiko infeksi dan penyakit yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Cara Mencegah Stunting pada Anak

BACA JUGA:  Polisi Temukan 1,5 Ton BBM Bersubsidi di Aceh Timur, 3 Orang Diamankan 

Setelah mengetahui manfaat konsumsi telur untuk cegah anak stunting, terdapat beberapa cara lain yang penting dilakukan guna mencegah kondisi stunting pada anak. Dalam hal ini, setiap orang tua harus memperhatikan beberapa hal seperti pemberian ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI, pemberian suplemen nutrisi, hingga kebersihan dan sanitasi.

stunting
Kepala Puskesemas Ulee Kareng, Malahayati., SKM, MPH., Saat Dijumpai hariandaerah.com di Ruang Kerjanya, Senin (11/12/2023). (Foto: hariandaerah.com/Herlin).

Hal yang sama juga disampaikan, Kepala Puskesemas Ulee Kareng, Malahayati., SKM, MPH., kepada hariandaerah.com, Senin (11/12/2023).

Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan: ASI merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi dan dapat membantu mencegah stunting. ASI mengandung nutrisi penting seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral yang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi bayi untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

Memberikan makanan pendamping ASI yang sehat dan bergizi: Setelah usia 6 bulan, anak membutuhkan makanan tambahan selain ASI. Makanan pendamping ASI harus diberikan dengan cara bertahap dan harus terdiri dari makanan yang sehat dan bergizi, seperti buah-buahan, sayuran, daging, ikan, dan biji-bijian.

Memperhatikan kebersihan dan sanitasi: Infeksi dan penyakit dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan sanitasi sangat penting untuk mencegah stunting. Ini meliputi memastikan air yang digunakan untuk minum dan mencuci bersih, mencuci tangan sebelum menyentuh makanan dan sebelum makan, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Memberikan suplemen nutrisi Suplemen nutrisi dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak, terutama pada anak yang memiliki masalah dalam menyerap nutrisi dari makanan. Namun, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum memberikan suplemen nutrisi kepada anak.

Pendidikan dan dukungan bagi orang tua, Orang tua perlu mendapatkan pendidikan dan dukungan untuk membantu mereka memenuhi kebutuhan nutrisi anak mereka dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Meningkatkan akses terhadap pangan bergizi, Akses terhadap pangan yang sehat dan bergizi sangat penting untuk mencegah stunting. Hal ini dapat dilakukan melalui program pangan yang terjangkau dan mudah diakses, serta meningkatkan ketersediaan pangan bergizi di daerah-daerah terpencil atau di wilayah dengan akses terbatas terhadap pangan.

“Mencegah stunting memerlukan upaya yang terkoordinasi dari berbagai sektor, termasuk kesehatan, pangan, sanitasi, dan pendidikan. Melalui upaya yang berkelanjutan dan kolaboratif, stunting dapat dicegah dan anak dapat tumbuh dengan sehat dan berkembang dengan optimal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *