Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Daerah  

CV Nisa Kontruksi Diduga Tak Mengacu Pada Spekteknis Pengaspalan Jalan Provinsi Paket 2 BMCKTR Wilayah V Sumatera Barat

Proyek pekerjaan aspal jalanSikabau - Koto Baru Kabupaten Dharmasraya oleh CV Nisa Kontruksi
Proyek pekerjaan aspal jalanSikabau - Koto Baru Kabupaten Dharmasraya oleh CV Nisa Kontruksi. (Foto: Harian Daerah/Erman)

DHARMASRAYA – Dinas Bina Marga  Cipta Karya dan Tata Ruang (Dinas-BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat UPTD Wilayah V Paket 2 Dharmasraya menggelontorkan dana Anggaran pemeliharaan jalan Provinsi Sumatera Barat Dikerjakan oleh rekanan paket 2 Sikabau – Koto Baru Kabupaten Dharmasraya.

Salah satunya kontraktor yang menikmati kucuran dana tersebut adalah CV Nisa Kontruksi dan. Proyek itu dikerjakan tanpa mempunyai Plank Proyek (papan nama kegiatan) sehingga minim informasi dilapangan.

Seorang warga yang juga berdomisili di daerah pengerjaan tersebut mengatakan, “Proyek yang mereka kerjakan tidak sesuai dengan kualitas yang tertera di spesifikasi. Tidak sebanding dengan besarnya uang yang mereka terima,” ujar warga tersebut.

Beliau berasumsi, bahwa kucuran dana proyek Provinsi tidakla sama dengan anggaran proyek jalan kabupaten.

Sedangkan Proyek kabupaten perawatan juga miliaran apalagi ini jalan Provinsi tentu angkanya fantastis.

Menurut pengamat jasa kontruksi jalan dan jembatan yang juga mau ditulis namanya mengungkapkan pada awak media ini, bahwa ada semacam yang tidak beres dipekerjaan proyek tambal jalan provinsi paket 2. Sala satunua proyek jalan Sikabau-Koto Baru.

BACA JUGA:  Ketua Komisi V DPRA Wacanakan Legallisasi Ganja Medis Untuk Kesehatan

“Masa tambalan jalan pada lantai kerja di siram aspal cair dan tidak merata juga tanpa dibersihkan terlebih dahulu dan langsung aspal padat dihampar begitu saja,” sebutnya.

Menurutnya pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi tersebut sudah dipantau oleh pihaknya sejak dimulainya pekerjaan.

“Banyak tahapan-tahapan yang dikerjakan kontraktor yang menyalahi aturan dan tidak sesuai dengan spesifikasi yang dituangkan dalam pekerjaan,” ujarnya.

Masih kata dia, konsultan pengawas tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya untuk mengawasi pekerjaan.

“Padahal mereka dibayar untuk melakukan pekerjaan pengawasan, sehingga ada dugaan kerjasama yang baik diantara mereka,” ungkapnya lagi.

Setelah pihak Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang ( BMCKTR) wilayah V Sumatera Barat dihubungi oleh media ini melalui via telepon dan pihak dinas ternyata telah melayangkan surat teguran pada kontraktor tersebut.

“Kami dari Pihak Bina Marga telah menegur kontraktor proyek”,sebut KA.Dinas Bina Marga wilayah V.

Wartawan media ini juga konfirmasi pada penanggung jawab pekerjaan proyek sebut saja Ade dan beliau tidak memberikan keterangan yang diminta wartawan karena Plank Proyek tidak ditemukan dan sehingga anggaran proyek bisa dikatakan siluman saja.

BACA JUGA:  Dari Ranah Minang Menuju Ibu Kota: Siswa MAN Lima Puluh Kota Siap Harumkan Nama Madrasah di Ajang KREASI 2025

Diperkirakan proyek ini ada miliaran rupiah tanpa papan informasi yang jelas.

Salah satu Ninik mamak Suku Chaniago DT..Saiko yang juga didepan rumah cucu kemanakan beliau timbunan aspal yang menempel tersebut dituangkan turut juga berkomentar atas proyek itu.

“Dugaan kami proyek yang bersumber dari APBD Provinsi ini dinilai mengandung unsur KKN. Jadi perlu di kaji ulang dan cek kembali pekerjaannya oleh BPK dan penyidik,” ungkapnya .

Ketika media ini mencoba mencari informasi terkait kondisi pengerjaan tersebut kepada pihak terkait baik itu Dinas PUPR Kabupaten Dharmasraya guna menilai kwalitas pekerjaan tersebut, tidak berhasil. Setiap nomor yang dihubungi selalu menolak panggilan.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *