Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Sosial  

Dayah Ulumuddin Santuni Ratusan Kaum Dhuafa dan Fakir Miskin

Dayah Ma'had Ulumuddin
Pimpinan Dayah Ma'had Ulumuddin, Tgk H. syeikh Syamaun Risyad, LC Saat Menyerahkan Santunan Kepada Kaum Dhuafa di Komplek Dayah Ulumuddin, Senin (10/4/2023). (Foto: hariandaerah.com/Nurmansyah).

LHOKSEUMAWE – Pondok Pesantren (Ponpes) Dayah Ulumuddin menyantuni 150 kaum dhuafa yang berada di lima Dusun Desa Uteunkot Cunda Kota Lhokseumawe, yang berlangsung di Daya Ma’had Ulumuddin itu.

Saat penyerahan santunan tersebut dipimpin langsung oleh Pimpinan Ma’had Ulumuddin Tgk, H.Syeihk Syamaun Risyad,Lc di tengah tengah para penerima santunan tersebut, Senin pagi (10/4/2023).

Dalam sambutannya, Tgk, H. Syeihk Syamaun Risyad menyampaikan, pihaknya selalu mengajak masyarakat dan kaum muslimin yang memiliki kelebihan harta untuk memiliki rasa kepedulian. Harta yang dimiliki harus disisihkan sebagian untuk berbagi kepada kaum duafa.

“Untuk Ramadhan tahun ini, kegiatan memberikan santunan juga tetap dilakukan berupa uang tunai kepada ratusan orang santunan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama manusia. Keberkahan Ramadhan harus dirasakan oleh semua kalangan yang ada,” kata Tgk Syamaun.

BACA JUGA:  Pangdam Iskandar Muda Salurkan Bantuan Sosial dan Pengobatan Gratis di Aceh Besar

Lebih lanjut, pimpinan Dayah Ma’had Ulumuddin itu menyebutkan, dari lima Dusun, warga yang menerima santunan tersebut, mereka datang ke komplek Pesantren Terpadu Dayah Ulumuddin yang berada di tengah Desa setempat, untuk mengambil santunan uang tunai yang dibagikan oleh pihak panitia dari Dayah Ulumuddin itu.

Sementara itu, bendahara Dayah Ulumuddin, Tgk H, Ilyas ibrahim,Lc. M.Pd mengatakan, pembagian zakat ini bertujuan untuk berbagi ke sesama sebagai wujud kepedulian pimpinan Dayah Ulumuddin dengan lingkungan warga sekitar, kepada orang-orang yang berhak menerimanya.

BACA JUGA:  YSI Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Pengungsi Rohingya 

“Wujud kepedulian dari Ponpes Dayah Ulumuddin ini dapat meringankan beban masyarakat kaum dhuafa dan fakir miskin,” kata Ilyas, kepada hariandaerah.com.

Ia menambahkan, hadirnya pondok pesantren yang tidak hanya sebagai lembaga pendidikan dan keagamaan, namun juga sebagai lembaga pemberdayaan umat merupakan petunjuk yang amat berarti.

“Bahwa pondok pesantren menjadi sarana bagi pengembangan potensi dan pemberdayaan umat dan semua ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat, pungkasnya Ilyas.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *