Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Diduga Sakit Hati Sering Dimarahi, Seorang Anak di Bantarkawung Tega Bunuh Ayah Kandungnya

IMG 20261010 163552
Petugas kepolisian dan warga berkumpul di lokasi kejadian perkara di Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, usai penemuan korban pembunuhan. Foto: hariandaerah.com

BREBES — Sebuah tragedi memilukan terjadi di Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes. Seorang pria berinisial Nasiun (57) diduga membunuh ayah kandungnya sendiri, Iksan (83), yang tewas setelah dibacok di ladang pada Minggu, 10 Oktober 2026.

Kejadian ini terungkap setelah pelaku mendatangi rumah Kepala Desa Pengarasan, H. Ahmad Nirom, untuk menyerahkan diri. Kepala Desa kemudian segera melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian. Petugas Polres Brebes langsung menuju ke lokasi kejadian perkara (LKP) dan mengamankan pelaku.

Kepala Desa Pengarasan, H. Ahmad Nirom, membenarkan kedatangan pelaku ke rumahnya untuk mengakui perbuatannya.

BACA JUGA:  Letkol Inf Fiska Bagus Tri Sunaryanto Jabat Dandim 0104/Aceh Timur

Berdasarkan pengakuan pelaku, motif pembunuhan diduga karena rasa sakit hati karena sering dimarahi oleh korban. Pelaku mengaku membacok korban sebanyak lima kali menggunakan golok di bagian lengan, wajah, dan leher yang menyebabkan korban tewas di tempat.

Salah satu saksi menceritakan bahwa ia melihat dari jarak sekitar 40 meter saat kejadian berlangsung. Usai peristiwa tersebut, pelaku bahkan mendatangi saksi dan menyampaikan bahwa dirinya telah membunuh ayahnya sendiri.

BACA JUGA:  PDAM Tirta Baribis Salurkan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Banjir di Brebes

Tim Inafis Polres Brebes melakukan pemeriksaan di lokasi dan menemukan sejumlah luka di tubuh korban. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Brebes untuk menjalani pemeriksaan dan proses otopsi lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, pelaku telah diamankan dan penyelidikan masih berlangsung.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *