Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

DKP Aceh Dukung Pemerintah Tekan Angka Stunting Dengan Galakkan Gemarikan

dkp aceh
Sub Koordinator Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan DKP Aceh Fitriani, S.Pi., M.Si (Foto: hariandaerah/Imam)

BANDA ACEH – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh sepenuhnya mendukung program Pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat dan mengurangi angka stunting di wilayah Serambi Mekkah.

Salah satu program pemerintah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh yang sedang berjalan selama ini adalah Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Aliman, S.Pi., M.Si melalui Sub Koordinator Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan DKP Aceh Fitriani, S.Pi., M.Si kepada hariandaerah.com, Senin (18/12/2023).

Fitriani menjelaskan bahwa Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) adalah program pemerintah dalam mengatasi stunting, inflasi, dan penurunan angka kemiskinan.

“Alhamdulillah gerakan ini berdampak luar biasa, hal ini ditandai dengan terjadi penurunan dari kasus stunting tersebut,” kata Fitriani.

Fitriani menekankan bahwa DKP Aceh sangat mendukung program pemerintah dalam hal Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dengan harapan dapat mengurangi angka stunting di Aceh.

“Langkah ini dilakukan sesuai arahan Bapak Presiden RI dan Bapak Pj Gubernur Aceh untuk mengatasi stunting dengan serius,” tambahnya.

Berdasarkan Inpres Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Sehat, dengan melibatkan seluruh komponen/elemen bangsa dengan membangun kesadaran gizi individu maupun kolektif masyarakat agar gemar mengkonsumsi ikan melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

DKP Aceh dalam berbagai kesempatan juga terus mengkampanyekan gemar makan ikan kepada anak-anak dan ibu hamil dalam rangka memberikan kualitas kehidupan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Dalam mengaplikasikan dampak positif Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), Fitriani menekankan bahwa program ini tidak hanya membuahkan hasil dalam hal penurunan kasus stunting, tetapi juga berhasil meningkatkan konsumsi ikan di Aceh.

“Fokus pada Gemarikan sebagai bagian dari gaya hidup sehat, dimana masyarakat semakin menyadari pentingnya asupan protein dari ikan,” katanya.

Dalam konteks ini, DKP Aceh mengambil peran yang lebih proaktif dalam peningkatan konsumsi ikan, mengarah pada perubahan perilaku masyarakat terhadap pola makan yang lebih seimbang.

BACA JUGA:  Dengan Cara Edukasi dan Sosialisasi, Puskesmas Lampisang Cegah Stunting

“Program pemerintah Gemarikan telah berlangsung lama dan merangkul beberapa kabupaten/kota di Aceh, memberikan kontribusi positif dalam membentuk pola konsumsi yang lebih sehat,” ujar Fitriani.

Fitriani menjelaskan bahwa program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang digalakkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh yaitu dengan membagikan produk olahan ikan dan membagikan puluhan Ton Ikan Segar Beku secara gratis kepada masyarakat miskin yang memiliki bayi, balita dan ibu hamil.

“Program Gemarikan diantaranya membagikan produk olahan ikan dan membagikan puluhan Ton Ikan Segar Beku secara gratis kepada penduduk miskin yang memiliki bayi, balita dan ibu hamil di seluruh kabupaten/kita di Aceh,” jelasnya.

gemar-makan-ikan
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh saat mendistribusikan ikan secara gratis yang dibagikan kepada masyarakat Aceh Besar untuk pencegahan stunting (Foto: Dok DKP Aceh)

Dikatakan Fitriani, DKP Aceh menyadari bahwa untuk mencapai perubahan yang berkelanjutan, perlu adanya anggaran lebih dari pemerintah melalui program Gemarikan ini, agar kasus stunting di Aceh dapat turun sesuai dengan target nasional.

“Karna minimnya anggaran, program Gemarikan hanya dilaksanakan dibeberapa kabupaten/kota dalam setahun,” ungkapnya.

Kendati demikian, Fitriani berharap, untuk tahun 2024 anggaran pencegahan dan penurunan angka stunting melalui program Gemarikan dapat evaluasi kembali oleh Pemerintah.

“Saya harap anggaran untuk tahun 2024 dapat dievaluasi, agar program Gemarikan ini dapat menyentuh seluruh kabupaten/kota di Aceh untuk mencegah lajunya Stunting,”

Selain itu, lanjut Fitriani, program Gemarikan ini juga, bukan hanya dapat mencegah laju stunting serta dapat juga menekan inflasi di daerah tersebut.

“Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) tidak hanya menyentuh aspek kesehatan masyarakat, tetapi juga memiliki dampak positif dalam mengurangi angka kemiskinan,” ujar Fitriani.

Selain itu, lanjut Fitriani, program ini juga membuka peluang baru bagi masyarakat untuk terlibat dalam sektor perikanan, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

“Dengan menggalakkan konsumsi ikan, Gemarikan juga berkontribusi pada peningkatan produksi perikanan lokal, memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Aceh,” jelas Fitriani.

BACA JUGA:  Tolak Achmad Marzuki Pimpin Aceh, Mahasiswa Gelar Demo Di DPRA

Menurutnya, penting untuk diakui bahwa pencapaian positif dalam mengatasi stunting, meningkatkan konsumsi ikan, dan mengurangi angka kemiskinan tidak terjadi secara instan.
DKP Aceh menyadari bahwa perubahan ini adalah perjalanan panjang yang memerlukan kesabaran, kolaborasi, dan komitmen bersama.

Dengan melihat masa depan, kata Fitriani, DKP Aceh berharap bahwa Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) tidak hanya menjadi inisiatif sementara, tetapi menjadi bagian integral dari gaya hidup dan budaya masyarakat Aceh.

“Dalam konteks ini, masyarakat diharapkan tidak hanya gemar makan ikan sebagai respons terhadap program, tetapi menjadikannya sebagai kebiasaan sehari-hari yang berdampak positif pada kesehatan dan kesejahteraan mereka,” katanya.

Sebagai bagian dari upaya yang lebih luas, DKP Aceh juga berencana untuk terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap program ini. Dengan melibatkan pemangku kepentingan, pengalaman dan data yang terkumpul akan menjadi landasan untuk perbaikan dan penyesuaian yang lebih baik ke depannya.

“Dengan demikian, Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Aceh tidak hanya menjadi sebuah berita, tetapi sebuah cerita perubahan yang berkelanjutan, mewujudkan harapan akan generasi yang lebih sehat dan masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat Aceh,” imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Aceh yang juga istri Penjabat Gubernur Aceh, Ayu Candra Febiola Nazuar menyampaikan komitmen tinggi untuk mencegah stunting di provinsi paling barat Indonesia tersebut.

Apalagi, kata Ayu, Aceh sebagai daerah penghasil ikan terbesar, tentu pihaknya berkomitmen untuk mencegah stunting jauh lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Sebagai daerah kaya ikan, maka kita konsen ke ikan melalui sosialisasi peran PKK. Selain itu, kita juga akan meningkatkan peran posyandu lebih baik lagi,” ujar Ayu Candra Febiola usai menghadiri Rapat Koordinasi Hari Ikan Nasional beberapa hari yang lalu.

Ayu Candra Febiola menyampaikan, dirinya bersama tim PKK Aceh juga berkomitmen untuk meningkatkan kelayakan distribusi protein ikan kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *