Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Dukung Mesjid Makmur: DSI Aceh Gelar Pelatihan Manajemen Masjid

dsi aceh
DSI Aceh foto bersama usai acara, Rabu (26/2023). (Foto: Humas Pemprov)

BANDA ACEH – Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh bekerja sama dengan Ikatan Kader Dakwah (IKADI) Aceh Besar telah sukses menyelenggarakan pelatihan manajemen masjid yang bertemakan “Penguatan Manajemen Masjid Menuju Mesjid Makmur, Mandiri dan Melayani.” Kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai dari tanggal (26/7/2023) hingga (29/8/2023) di Aula The Delima Hotel Sigli.

Dalam acara tersebut, Kepala Dinas Syari’at Islam Aceh, Dr. EMK Alidar, S.Ag. M.Hum menyampaikan bahwa pelatihan manajemen masjid merupakan wujud perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap kegiatan sosial dakwah.

Bukan hanya bersinergi dengan unsur organisasi dan swasta, pemerintah juga ingin menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat.

“Masjid diharapkan tidak hanya dipakai untuk beribadah dan shalat, tapi juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” tutur Dr. Emak Alidar. Rabu (26/7/2023).

Dalam pelatihan ini, para peserta diberikan wawasan bagaimana membangun serta mengelola masjid secara lebih baik dan produktif. Masjid diakui sebagai basis terkecil yang paling dekat dengan masyarakat muslim, dan sejarah membuktikan peran penting masjid dalam peradaban umat Islam.

BACA JUGA:  Berita Duka: Jamaah Calon Haji Lansia Asal Ponorogo Meninggal Dunia

“Termasuk fungsi masjid sebagai sarana mencerdaskan dan pusat kegiatan umat agar lebih produktif, terutama sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat,” jelas Emak Alidar.

Ketua IKADI Aceh Besar, Tgk. H. Afrial Hidayat, menyampaikan rasa terhormat karena dipercaya untuk melaksanakan kegiatan pelatihan manajemen masjid di Kota Sigli.

Ia berharap pelatihan ini dapat mengupayakan pengurus BKM Masjid di Aceh untuk berkinerja lebih baik. Kehadiran masjid dalam masyarakat memiliki makna strategis dalam meningkatkan aspek spiritual, pendidikan, dan sosial ekonomi masyarakat.

“Target kita bisa mengupgrad para pengurus BKM Masjid se Aceh, karena Keberadaan masjid di tengah masyarakat memiliki makna strategis untuk meningkatkan spiritual, pendidikan dan sosial ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Peserta pelatihan terdiri dari 50 orang dari berbagai daerah di Aceh. Selama pelatihan, mereka mendapatkan pemahaman mengenai layanan yang excellent kepada jamaah, strategi pemberdayaan masjid, manajemen pengelolaan masjid, serta peran pemerintah dalam memakmurkan masjid sebagai pusat ekonomi dan dari sudut pandang wakaf.

BACA JUGA:  Sebagai Calon Wakil Gubernur Aceh, Gerindra Usulkan Empat Nama

Masjid seharusnya menjadi solusi atas persoalan perekonomian umat, dan wakaf dipandang sebagai instrumen penting untuk memakmurkan masjid, bersanding dengan zakat dan infak sebagai solusi mengatasi kemiskinan. Pelatihan ini menjadi langkah maju dalam mewujudkan visi tersebut, yang didukung oleh para tokoh terkemuka seperti Pembina IKADI Ust Ghufran ZA, Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie, dan tokoh-tokoh dari Pidie lainnya.

Dengan semakin berdayanya masjid sebagai pusat kegiatan sosial, ekonomi, dan spiritual, diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat di Aceh dan mendorong kemajuan peradaban Islam di daerah ini.

Pelatihan manajemen masjid ini menjadi tonggak awal untuk mencapai tujuan tersebut, dan pemerintah akan terus mendukung serta bekerja sama dengan berbagai pihak guna mewujudkan masjid yang makmur, mandiri, dan melayani dengan sebaik-baiknya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *