ACEH UTARA — Ketua Harian Lembaga Aliansi Indonesia Provinsi Aceh, Agussalim Anzib, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan empat Batalyon TNI di wilayah Aceh. Ia menilai kehadiran TNI merupakan bagian integral dari rakyat, yang hadir untuk memberikan perlindungan dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
“TNI adalah milik rakyat dan harus senantiasa berpihak kepada rakyat. Pembangunan empat Batalyon TNI ini bukan semata-mata untuk memperkuat pertahanan, tetapi juga sebagai langkah konkret dalam mempercepat pembangunan sektor pertanian dan perkebunan, terutama di daerah pedesaan,” ujar Agussalim, Rabu (7/5/2025).
Agussalim, yang juga merupakan mantan kombatan GAM serta anggota Tim Perintis Perdamaian Aceh semasa konflik, menegaskan bahwa Aceh telah memasuki era damai dan pembangunan sejak ditandatanganinya Nota Kesepahaman Damai (MoU) antara Pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 15 Agustus 2005.
“Sejak MoU Damai diteken, Aceh hidup dalam suasana damai. Karena itu, kehadiran Batalyon TNI yang baru bukan lagi untuk kepentingan militeristik, melainkan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan sektor pertanian, perkebunan, dan pembangunan secara umum demi kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyambut baik inisiatif ini, serta terus menjaga semangat perdamaian dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Bumi Serambi Mekkah.














