Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Festival 1 Abad Dusun Podorejo Jadi Wadah Pelestarian Budaya dan Penguatan Ekonomi Masyarakat

IMG 20260613 WA0019

PRINGSEWU, HARIANDAERAH.COM – Perjalanan panjang Dusun Podorejo yang kini genap berusia satu abad akan diperingati melalui penyelenggaraan Festival Podorejo 2026. Kegiatan yang digagas Pemerintah Pekon Rejosari bersama masyarakat tersebut dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 1 hingga 5 Juli 2026, di Lapangan Sumber Waras, Pekon Rejosari, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu.

Perayaan satu abad Dusun Podorejo tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga dimaknai sebagai momentum refleksi sejarah, pelestarian budaya, penguatan nilai-nilai sosial, serta pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Pekon Rejosari, Khotmanudin, mengatakan usia 100 tahun merupakan tonggak sejarah penting yang patut disyukuri oleh seluruh masyarakat Dusun Podorejo. Menurutnya, perjalanan panjang tersebut merupakan hasil kerja keras, semangat gotong royong, dan kebersamaan para pendahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan hingga saat ini.

“Seratus tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Banyak nilai perjuangan, kebersamaan, dan kearifan lokal yang diwariskan oleh para pendahulu kepada generasi sekarang. Karena itu, peringatan satu abad Dusun Podorejo kami jadikan sebagai momentum untuk menghormati sejarah sekaligus memperkuat komitmen dalam membangun masa depan yang lebih baik,” ujar Khotmanudin.

Ia menjelaskan, seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar dapat melibatkan seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, kaum perempuan, pelaku UMKM hingga generasi muda.

Rangkaian kegiatan akan diawali pada Rabu, 1 Juli 2026, dengan agenda sosial dan keagamaan berupa sunat massal, pengajian Majelis Ta’lim Pekon Rejosari, santunan bagi anak yatim dan fakir miskin, serta doa bersama lintas agama.

BACA JUGA:  Bupati Pringsewu Kukuhkan Anggota Paskibraka Tahun 2025

Menurut Khotmanudin, kegiatan tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang selama ini menjadi karakter masyarakat Dusun Podorejo.

“Nilai gotong royong dan kepedulian sosial harus tetap dijaga. Kami ingin peringatan satu abad ini memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, bukan hanya menjadi kegiatan seremonial semata,” katanya.

Memasuki hari kedua, masyarakat akan disuguhkan pagelaran wayang kulit dengan lakon Pandowo Syukur. Pertunjukan seni tradisional tersebut dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya yang telah hidup dan berkembang di tengah masyarakat selama puluhan tahun.

Khotmanudin menilai, pelestarian budaya lokal memiliki peran penting dalam menjaga identitas dan karakter masyarakat di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

“Budaya merupakan akar dari jati diri masyarakat. Melalui pagelaran wayang kulit, kami ingin mengajak generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai warisan budaya bangsa,” ujarnya.

Pada Jumat, 3 Juli 2026, festival akan diisi dengan berbagai kegiatan kreatif seperti lomba mewarnai, lomba tari kreasi, dan hiburan rakyat yang melibatkan peserta dari berbagai kalangan usia.

Sementara pada Sabtu, 4 Juli 2026, panitia menghadirkan kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui donor darah dan pengobatan gratis. Selain itu, akan digelar lomba senam kreasi, lomba karaoke, serta hiburan rakyat yang diharapkan mampu mempererat hubungan sosial antarwarga.

Puncak kegiatan akan berlangsung pada Minggu, 5 Juli 2026, melalui karnaval budaya dan jalan sehat yang melibatkan masyarakat dari berbagai wilayah. Pada malam harinya akan digelar malam puncak Festival 1 Abad Dusun Podorejo yang dirangkaikan dengan hiburan rakyat sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan.

BACA JUGA:  Ketua DPC.AJOi Lampura Yakin Kinerja Jajaran Polda Lampung,Tengku Wahyu Akan Mendapatkan Ketetapan Hukum

Tidak hanya berfokus pada aspek sosial dan budaya, festival tersebut juga menjadi sarana penguatan ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan Bazar Kuliner dan UMKM. Berbagai produk unggulan dan kuliner khas masyarakat lokal akan ditampilkan sebagai upaya mendorong promosi dan pengembangan usaha warga.

Khotmanudin berharap Festival 1 Abad Dusun Podorejo dapat menjadi momentum yang memperkuat persatuan masyarakat sekaligus meningkatkan rasa memiliki terhadap sejarah dan budaya daerah.

“Harapan kami, peringatan satu abad ini bukan hanya dikenang sebagai sebuah perayaan, tetapi juga menjadi tonggak untuk memperkuat persatuan, menjaga warisan budaya, dan mendorong kemajuan ekonomi masyarakat. Dengan kebersamaan, kami optimistis Dusun Podorejo akan terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Pekon Rejosari maupun Kabupaten Pringsewu,” pungkasnya.

Perayaan satu abad Dusun Podorejo menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan fisik semata, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai sejarah, budaya, dan solidaritas sosial yang telah diwariskan dari generasi ke generasi selama satu abad perjalanan dusun tersebut. ( Vit )

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *